Jumat, 1 Mei 2026

Gempa Bumi di NTT

Gempa Bumi 4,9 Magnitudo Guncang Waingapu Sumba Timur

Nugroho menjelaskan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
GEMPA BUMI - Gempa bumi 4,9 magnitudo mengguncang wilayah Waingapu Kabupaten Sumba Timur dan sekitarnya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gempa bumi 4,9 magnitudo mengguncang Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur dan sekitarnya. 

Gempa bumi itu terjadi, Senin (20/10/2025) sekitar pukul 13.56.03 Wita. Hasil analisa BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan 4,9 magnitudo. 

"Episenter terletak pada koordinat 9,27° LS; 119,86° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 km barat laut Sumba Timur, NTT pada kedalaman 17 km," kata Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho, Senin siang. 

Nugroho menjelaskan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

Berdasarkan laporan masyarakat guncangan dirasakan di wilayah Waingapu, Waikabubak, Labuan Bajo, Tambolaka, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. 

Baca juga: Gempa Bumi 4,9 Magnitudo di Guncang Tenggara Waingapu, Tidak Berpotensi Tsunami

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya. 

Nugroho juga melaporkan, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. 

Selain itu, warga diharapkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Masyarakat perlu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved