Kamis, 11 Juni 2026

Kredit Usaha Rakyat

KUR Daerah Bisa Jadi Jaring Pengaman Ekonomi Warga

Munazar juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terperosok hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
ILUSTRASI - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di garis start Prosesi Pawai Paskah 2026 di Bundaran Tirosa, Kota Kupang. Ide KUR Daerah bisa jadi jaring pengaman ekonomi warga di tengah kondisi pelambatan ekonomi saat ini. 

POS-KUPANG.COM, YOGYAKARTA - Kredit Usaha Rakyat tingkat Daerah atau KUR Daerah bisa menjadi jaring pengaman ekonomi dalam merespon potensi pelemahan ekonomi masyarakat. 

Ide KUR Daerah itu diungkapkan Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Munazar, yang mendorong pemerintah kota untuk dapat segera meluncurkan program tersebut.  

Dia mengatakan, dalam situasi pelambatan ekonomi daerah yang kian diperparah oleh kondisi makroekonomi nasional, maka pemerintah tidak boleh berpangku tangan.  

Baca juga: Penyaluran KUR di Kalsel Didominasi untuk Sektor Pertanian 

Baca juga: KB Bank Gandeng OttoDigital Salurkan KUR ke UMKM 

Munazar juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terperosok hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Menurutnya, dampak domino dari melemahnya mata uang ini sangat nyata, memicu lonjakan harga barang baku dan membengkaknya biaya operasional usaha. 

Kondisi inilah yang dinilai harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota Yogyakarta untuk segera merancang langkah mitigasi yang konkret.

Kelompok-kelompok seperti pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), dan industri rumah tangga menjadi pihak yang paling berada di garis depan kepunahan jika daya beli masyarakat terus merosot. 

Sebagai solusi taktis, pihaknya mengusulkan skema permodalan yang agresif, yakni pemberian KUR Daerah dengan bunga super rendah, bahkan hingga nol persen untuk kelompok sasaran tertentu. 

“KUR Daerah jangan hanya dipandang sebagai program kredit konvensional. Dalam situasi krisis seperti sekarang, ini adalah instrumen vital untuk menjaga daya tahan ekonomi warga. Tujuannya agar usaha mikro tetap bernapas dan perputaran uang di tingkat bawah tidak macet,” kata Munazar. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved