Breaking News
Minggu, 7 Juni 2026

Internasional Terkini

Respon Aksi AS, Iran Serang Pangkalan AS di Kuwait-Bahrain

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi, Iran melepaskan sejumlah rudal balistik ke arah dua negara tersebut.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/Via Serambinews
Ilustrasi perang Amerika dan Israel vs Iran. Terkini Iran merespon aksi penembakan drone oleh amerika dengan menyerang pangkalan militer di Bahrain dan Kuwait. 

POS-KUPANG.COM, TEHERAN - Iran kembali menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Sabtu (6/6/2026) dengan Kuwait dan Bahrain sebagai target utamanya.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi, Iran melepaskan sejumlah rudal balistik ke arah dua negara tersebut.

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah AS menembak jatuh empat drone Iran yang dinilai mengancam langsung lalu lintas maritim regional.

Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Centcom menyatakan bahwa militer AS mencegat beberapa rudal balistik dan drone Iran, yang diarahkan menuju Selat Hormuz serta sejumlah negara Teluk.

Baca juga: Klaim AS Soal Perang Iran Berakhir Mendapat Serangan di Dalam Negeri

Di sisi lain, Iran mengeklaim serangan tersebut aksi balasan atas tindakan militer Washington sebelumnya di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm.

"Menyusul invasi teroris tentara AS yang membunuh anak-anak di Sirik dan Pulau Qeshm, pangkalan-pangkalan musuh di wilayah tersebut dihantam oleh rudal udara," sebut laporan stasiun televisi pemerintah IRIB, mengutip pernyataan resmi Garda Revolusi Iran (IRGC), dilansir dari Deutsche Welle.

Dampak dari peluncuran rudal ini memicu aktivasi sistem pertahanan di negara-negara tetangga Iran

Pemerintah Kuwait melaporkan, sistem pertahanan udara mereka langsung bereaksi menghalau drone dan rudal IRGC. Insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena terjadi hanya beberapa hari setelah serangan di Bandara Internasional Kuwait, yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya. 

"Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara mencegat serangan musuh," tulis militer Kuwait melalui akun resmi mereka di X.

Sementara itu, situasi mencekam juga terjadi di Bahrain. Sirene tanda serangan udara terdengar berdengung keras di penjuru negeri pada Sabtu dini hari.

Otoritas setempat langsung meminta masyarakat untuk waspada dan mencari perlindungan. "Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," ungkap Kementerian Dalam Negeri Bahrain di X.

Seperti disebutkan di atas, gempuran Iran terjadi setelah AS menjatuhkan empat drone dari kubu Teheran. Tak hanya itu, Amerika juga melancarkan serangan udara yang menyasar sejumlah instalasi radar di kawasan pesisir selatan Iran, Jumat (5/6/2026).

Instalasi yang dihantam adalah situs-situs radar pengawas pantai Iran di Kota Goruk dan Pulau Qeshm.

Centcom menegaskan bahwa tindakan itu terpaksa dilakukan demi keselamatan navigasi internasional. "Drone serang tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional," sebut Centcom, dikutip dari AFP.

Mereka menambahkan bahwa serangan terhadap instalasi-instalasi radar dilakukan untuk mempertahankan diri dari serangan lebih lanjut. Di sisi lain, militer Iran mengeklaim pada Jumat (5/6/2026) bahwa pihaknya menembakkan rudal peringatan ke arah dua kapal perusak milik AS di Teluk Oman. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved