Rabu, 3 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 3 Juni 2026, "Dalam Hidup Abadi Bersama Allah"

Orang beriman kepada Kristus di masa kini memiliki optimisme keyakinan yang kuat bahwa ketika beralih dari dunia ini ia akan memiliki hidup

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Rabu, 3 Juni 2026
PW Santo Karolus Lwanga, dan Kawan-Kawan, Martir
DALAM HIDUP ABADI BERSAMA ALLAH TIDAK ADA LAGI TURUNAN BIOLOGIS
(2Tim. 1:1-3.6-12; Mzm. 123:1-2a.2bcd; Mrk. 12:18-27)

"Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin dan dikawinkan; mereka hidup seperti malailat di Surga." (Mrk. 12:25)

Orang beriman kepada Kristus di masa kini memiliki optimisme keyakinan yang kuat bahwa ketika beralih dari dunia ini ia akan memiliki hidup baru bersama Kristus dalam keabadian. Locus baru ini memikiki habitus baru pula.

Kaum Saduki yang menyangkal kebangkitan orang mati memahami hidup abadi persis seperti kefanaan hidup dalam dunia ini. Hidup fisik kini berbeda secara ekstrim dengan hidup dalam roh sesudah kematian dan kebangkitan.

Perkawinan untuk penerusan generasi umat manusia, hanya terjadi di dunia. Generasi hidup dalam roh di Surga berlangsung melalui kuasa ilahi Allah seperti tertulis dalam Kitab Suci.

Benih hidup abadi hanya ada dalam diri orang beriman yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah, melalui Sakramenn Pembaptisan. Martabat manusiawi kita justru diangkat ke martabat luhur sebagai anak Allah karena pengaruh Sakramen baptis.

Generasi berkelanjutan dalam Kerajaan Allah sebagai pengikut Kristus terjadi karena sakramen-sakramen gerejani yang kita terima.

Jaminan hidup abadi kita sepenuhnya ada dalam otoritas kuasa ilahi Allah  melalui penebusan Sang Putra Allah dalam bimbingan Roh Kudus yang menguduskan.

Maka walau pikiran kita terbatas Yesus tetap mengajar tentang kebangkitan dan hidup kekal untuk membuka cakrawala kita. Barang siapa percaya kepada Allah akan menerima janji-Nya. "Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup." (Mrk. 12:27). 

Melalui Timotius, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa tujuan dari segala pengajaran adalah kasih. "Sebab Allah memberi kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban, jangan malu bersaksi tentang Tuhan dan demi kebenaran ikut menderita bagi Injil-Nya." (2Tim. 1:7-8). Ini cara hidup kita sebagai murid-murid Tuhan  dalam peziarahan menuju tujuan akhir yang pasti yakni hidup bersama Allah Tritunggal dalam keabadian.

Pemazmur menanggapi dalam madah agungnya, "Seperti hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita." (Mzm. 123:2bcd). 

Akhihrnya, karena pengharapan hidup dalam iman akan ada bersama Tritunggal dalam Surga, para martir, orang-orang kudus tak segan-segan menyerahkan nyawa.

Darah suci para Martir menjadi benih iman umat. Gereja subur, bertumbuh dan menghasilkan buah berlimpah dalam dunia berkat darah suci dan murni para pahlawan tangguh iman ini. 

Doakanlah kami Santo Karolus Lwanga, dKK, Martir.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu/Pekan Biasa IX/A/II, 030226)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved