Kredit Usaha Rakyat
Nilai KUR Perumahan untuk Kontraktor Developer dan Toko Capai Rp 20 Miliar
Maruarar mengatakan bahwa terobosan KPP ini belum pernah diimplementasikan pada era pemerintahan sebelumnya.
POS-KUPANG.COM, BANDUNG - Kebijakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan bersubsidi memfasilitasi bantuan pembiayaan sisi penawaran (supply) bagi pelaku UMKM konstruksi sekaligus sisi permintaan (demand) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, KUR Perumahan dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi nasional dari dua arah yakni sisi penawaran dan permintaan.
Maruarar mengatakan bahwa terobosan Kredit Program Perumahan (KPP) ini belum pernah diimplementasikan pada era pemerintahan sebelumnya.
Baca juga: Serapan KUR Perumahan Sudah Capai Rp 16 Triliun
Melalui skema terintegrasi ini, negara membidik tiga profesi utama penopang ekosistem hunian, yakni kontraktor, pengembang (developer), serta pemilik toko bangunan yang bergerak di skala usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Untuk dari segi supply, ada tiga profesi: yang pertama kontraktor, yang kedua developer, yang ketiga toko bangunan. Apa manfaatnya? Ada dua. Yang pertama manfaatnya adalah bisa pinjaman revolving sampai 20 miliar ini besar sekali. Yang kedua ada subsidi bunga sebesar 5 persen," jelas Maruarar.
Tidak hanya dari sisi penawaran, angin segar juga ditiupkan bagi sisi permintaan guna mendongkrak daya beli masyarakat terhadap hunian layak.
Pemerintah memangkas syarat pengajuan kredit dengan meniadakan agunan bagi pembiayaan dengan pagu tertentu, serta mematok suku bunga yang sangat rendah agar tidak membebani finansial keluarga prasejahtera.
“Kedua dari segi demand, itu untuk 100 juta ke bawah itu tidak perlu jaminan untuk membeli, membangun, dan merenovasi rumah. Jadi bunganya 0,5 persen per bulan atau 6 persen setahun," imbuh pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Berdasarkan evaluasi performa data nasional per 25 Mei 2026, antusiasme pasar terhadap program stimulus ini tercatat sangat tinggi. Realisasi anggaran di seluruh perbankan nasional bergerak cepat dengan serapan total mencapai belasan triliun rupiah dalam waktu singkat.
“Dari evaluasi kami per 25 Mei, ada 16,8 triliun yang sudah terserap nasional dari semua bank ya. Dari segi supply itu ada 4,8 triliun kurang lebih, sisi demand 11,9 triliun, hampir 12 triliun. Debitur-nya dari segi supply itu ada 1.875, dari segi debitur dari sisi demand 78.001 orang," rinci Maruarar.
Peluncuran program berskala masif ini pun langsung mendapat sambutan positif dari jajaran pemerintah daerah. Kebijakan ini dinilai sebagai amunisi penggerak ekonomi yang komprehensif dari hulu ke hilir untuk sektor riil di wilayah. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Menteri-PKP-Maruarar-Sirait-atau-akrab-disapa-Ara.jpg)