Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Indonesia Siap Dukung Pengembangan Pencak Silat di Timor Leste

Erick memastikan pihaknya siap mendukung Kementerian Pemuda dan Olahraga Timor Leste untuk mengembangkan pencak silat di negara tersebut.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
dok-Arema FC
Menpora Erick Tohir mendukung pengembangan olahraga pencak silat di Timor Leste 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Indonesia siap mendukung pengembangan olah raga pencak silat di negara Republik Timor Leste (RDTL). Apalagi saat ini, olahraga pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang populer di negara itu. 

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, dukungan pengembangan bela diri milik bangsa Indonesia itu agar olahraga tersebut semakin bertumbuh di berbagai negara.

"Di Timor Leste, pencak silat menjadi salah satu olahraga popular dan kami siap mendukungnya," kata Erick Thohir dikutip Rabu (6/5/2026).

Erick menyampaikan dukungan itu pada pertemuan bilateral dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Timor Leste Nelyo Isaac Sarmento saat SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Bali.

Baca juga: Indonesia Perkuat Diplomasi Pendidikan ke Timor Leste dan Pasifik

Menpora menjelaskan dalam pertemuan bilateral itu, pihaknya membahas potensi kerja sama untuk mengembangkan cabang olahraga pencak silat yang merupakan jati diri bangsa Indonesia.

Erick memastikan pihaknya siap mendukung Kementerian Pemuda dan Olahraga Timor Leste untuk mengembangkan pencak silat di negara tersebut.

Selain pengembangan pencak silat, pertemuan tersebut juga membahas kolaborasi untuk memperkuat industri olahraga antara Indonesia dan Timor Leste yang bisa memberikan manfaat bagi kedua negara.

Adapun, dalam acara tersebut SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026, Erick Thohir juga mengajak para menteri di kawasan ASEAN untuk membentuk ajang olahraga berskala internasional di luar SEA Games guna memperkuat kolaborasi regional.

Menurut Erick, Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk mengembangkan kejuaraan olahraga bersama, mengingat kawasan ini dihuni sekitar 650 juta penduduk dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Sektor pariwisata berbasis olahraga (sport toursm) dan industri olahraga, kata dia, dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi kawasan ke depan.

Dia mencontohkan kesuksesan kejuaraan maraton di berbagai kota dunia seperti London, Boston, New York, dan Tokyo yang mampu menarik partisipasi global sekaligus mendorong ekonomi lokal.

"Kenapa Asia Tenggara tidak punya maraton sendiri? Bisa melibatkan Singapura, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan lainnya agar tercipta sinergi program olahraga," tutur Menpora. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved