Jumat, 1 Mei 2026

Kredit Usaha Rakyat

Realisasi KUR Perumahan Capai Rp14 triliun

Sri mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, Nusron menyampaikan daftar lahan yang bisa digunakan.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
Kompas.com/Suhaiela Bahfein
ILUSTRASI KUR PERUMAHAN - Ketum DPP REI Joko Suranto dalam sambutannya pada Sosialisasi KUR Perumahan bersama Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara di Jakarta, Rabu (17/9/2025). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sektor perumahan atau kredit program perumahan (KPP) hingga 29 April 2026 sudah mencapai Rp14 triliun, menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

“Tadi Pak Ara (sapaan akrab Maruarar) menyampaikan tentang progres KUR perumahan. Hari ini sudah sangat tinggi, sudah Rp14 triliun, ya, untuk pencapaian sekarang. Ini angka yang luar biasa,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati dikutip dari Antara, Kamis (30/4/2026).

Sri mengatakan bahwa capaian tersebut disampaikan oleh Menteri Ara kepada Ketua Satgas Perumahan/Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dalam rapat yang berlangsung sekitar tiga jam.

“Karena tentu KUR Perumahan juga adalah arahan dari Pak Hashim,” ujar Sri.

Baca juga: Menteri PKP Tegaskan KUR Perumahan di Bawah Rp 100 Juta Tak Perlu Jaminan

Selain itu, ia mengatakan rapat bersama Hashim juga membahas mengenai pemetaan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk program perumahan.

Pemetaan lahan tersebut, lanjut dia, dibahas bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid dalam rapat yang sama.

Sri mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, Nusron menyampaikan daftar lahan yang bisa digunakan.

“Kemudian dari Pak Menteri (Ara) menyampaikan bahwa kami akan membentuk tim survei terkait dengan daftar (lahan) tersebut. Mana yang memang menjadi prioritas, itu digunakan sebagai lahan perumahan,” kata Sri.

Lebih lanjut, dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai 11 kota satelit yang lahannya juga sudah dipetakan oleh Nusron.

Terkait program kota satelit, Sri mengatakan terdapat keterlibatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam melakukan kajian awal ihwal desain tata ruang kota-kota satelit tersebut.

“Mulai dari backlog-nya bagaimana, terus bagaimana sarana-prasarana di sana, bagaimana konteks tata ruangnya, termasuk integrasi transportasi. Itu sudah ada gambarannya,” kata Sri.

Selanjutnya, tim survei akan menentukan lahan mana yang menjadi prioritas, sekaligus memilih skema yang tepat untuk merealisasikan program-program perumahan tersebut. (*)

 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved