Selasa, 12 Mei 2026

Kredit Usaha Rakyat

Menteri PKP Tegaskan KUR Perumahan di Bawah Rp 100 Juta Tak Perlu Jaminan

Pinjaman KUR Perumahan disalurkan melalui bank Himbara, termasuk diantaranya BRI.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KONTAN
Ilustrasi aktivitas pembangunan perumahan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemerintah menegaskan KUR Perumahan dibawah Rp 100 juta tidak dikenakan agunan. 

POS-KUPANG.COM, JAKARATA -- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa program pinjaman KUR Perumahan (Kredit Usaha Rakyat) di bawah Rp 100 juta masyarakat tak perlu memberikan jaminan. 

Dia mengatakan bahwa hal itu merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk kesejahteraan masyarakat. 

"Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan program KUR Perumahan yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk pinjaman di bawah Rp 100 juta, masyarakat tidak perlu memberikan jaminan dengan bunga hanya 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun," jelas Menteri Maruarar dikutip dari Kompas.com, Minggu (19/4/2026). 

Baca juga: KUR Perumahan BRI Ditargetkan Hingga Rp8 Triliun

Bunga yang rendah sengaja diberikan pemerintah sebagai upaya memutus rantai rentenir. Sehingga masyarakat mempunyai opsi pembayaran kredit yang aman, ringan, dan mudah dengan hadirnya program KUR Perumahan.

"Kita tidak perlu memaki rentenir. Solusinya adalah menciptakan program yang lebih murah, lebih mudah, dan lebih cepat sehingga rakyat bahagia karena terlepas dari jeratan utang," jelasnya.

Pinjaman KUR Perumahan disalurkan melalui bank Himbara.

Sebelumnya, Direktur Utama BRI Hery Gunardi berhasil menyalurkan Rp 3,42 triliun kredit program perumahan (KPP) hingga 26 Februari 2026. Realisasi itu setara sekitar separuh dari total kuota yang diterima BRI sebesar Rp 6,10 triliun pada tahun ini.  

Penyaluran dilakukan mulai 1 Januari hingga 26 Februari 2026 kepada 25.909 debitur di seluruh Indonesia.

Hery menjelaskan separuhnya sudah habis tersalurkan.

"Kita dikasih Rp 6-7 triliun, separuh sudah habis tuh. (Animonya tinggi) itu buktinya baru dua bulan sudah mau habis," katanya dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Realitas di lapangan tersebut, melatarbelakangi BRI untuk meminta tambahan kuota kepada pemerintah.

Harapannya, agar penyaluran kredit bisa diperluas. "Mungkin nanti minta tambah lagi," kata Hery.

Program KPP atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan diperuntukkan bagi UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan subsidi bunga 5 persen. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved