Selasa, 21 April 2026

Paskah 2026

Romo Yonas Ajak Umat Saling Mengampuni pada Ibadah Jumat Agung di Paroki St.Yoseph Pekerja Penfui

Romo Yonas Ajak Umat Katolik saling mengampuni saat memimpin Ibadah Jumat Agung di Paroki St.Yoseph Pekerja Penfui, Jumat (3/4/2026).

Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ALEXANDRO NOVALIANO DEMON PAKU
IBADAH JUMAT AGUNG - Umat Katolik Padati Ibadah Jumat Agung di Gereja Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui. Romo Yonas Ajak Umat Saling Mengampuni pada Ibadah Jumat Agung di Paroki St.Yoseph Pekerja Penfui 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Umat Katolik memadati Gereja Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui pada perayaan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026) sore. 

Misa yang dimulai pukul 15.00 Wita itu diikutii umat hingga memenuhi badan jalan di sekitar gereja.

Dalam khotbahnya, Romo Yonas Kamlasi, mengajak Umat Katolik saling mengampuni dan merenungkan makna sengsara dan wafat Yesus Kristus sebagai wujud kasih yang total bagi manusia.

Ia menggambarkan salib sebagai “jembatan agung” yang menghubungkan manusia dengan Allah.

Baca juga: Pimpin Ibadah Jumat Agung di Katedral Atambua, Uskup Mgr. Dominikus : Keselamatan Lahir dari Kasih

“Putra Allah merentangkan tangan-Nya antara langit dan bumi, menjadi jembatan ilahi agar yang manusiawi dapat sampai kepada yang ilahi, dan sebaliknya kita boleh mengalami kesatuan yang penuh sukacita dengan Allah,” ungkapnya.

Untuk memperdalam makna pengorbanan Kristus, Romo Yonas mengisahkan analogi burung pelikan yang rela melukai dirinya demi memberi makan anak-anaknya.

“Seperti burung pelikan yang merobek dadanya demi memberi kehidupan bagi anak-anaknya, demikian pula Kristus rela berkorban, bahkan sampai wafat di salib demi keselamatan umat manusia,” jelasnya.

Menurutnya, melalui salib, umat diselamatkan dari dosa dan mengalami pembaruan hidup.

Ia menegaskan bahwa semua manusia adalah pendosa, tidak lebih baik dari Yudas yang mengkhianati Yesus maupun Petrus yang menyangkal-Nya.

Baca juga: Peragaan Jalan Salib Hidup Jumat Agung di Lapas Atambua Jadi Ruang Refleksi Warga Binaan

“Namun dari mulut Yesus di salib keluar doa, ‘Bapa, ampunilah mereka.’ Inilah kasih yang mengampuni tanpa batas,” katanya.

Karena itu, umat diajak meneladani kasih Kristus dengan saling mengampuni dan memulihkan relasi dalam kehidupan bersama.

Romo Yonas juga mengingatkan bahwa pengalaman hidup manusia sering kali seperti Jumat Agung, penuh penderitaan, kesunyian, dan kegelapan. 

Namun, ia menegaskan bahwa harapan tetap ada.

“Di balik Jumat Agung ada Paskah. Di balik penderitaan ada harapan. Kristus tidak mengangkat salib kita, tetapi berjalan bersama kita dan memberi kekuatan untuk memikulnya,” ujarnya.

Baca juga: 50 Ucapan Jumat Agung 2026 untuk Peringati Wafat Yesus Kristus, Bagikan ke Media Sosialmu

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved