Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 26 Maret 2026, "Mengubah Persepsi"
Semakin tepat persepsi yang kita miliki, semakin mudah kita memahami dan menerima sesuatu yang baru dalam hidup.
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
Kamis, 26 Maret 2026
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
Kej. 17:3-9 Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59
Warna Liturgi Ungu
"Mengubah Persepsi"
Salah satu kecenderungan buruk manusia ialah salah persepsi menyikapi sesuatu hal dalam hidup. Persepsi merupakan pemahaman yang jelas dan dapat diterima oleh kedua belah pihak dalam pergaulan atau pembicaraan.
KBBI merumuskannya sebagai proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indranya. Arti lainnya adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu.
Semakin tepat persepsi yang kita miliki, semakin mudah kita memahami dan menerima sesuatu yang baru dalam hidup.
Dalam hidup beriman juga bisa terjadi demikian. Kaum Yahudi salah persepsi tentang Yesus. Walaupun Yesus sudah menjelaskan tentang identitas-Nya, tetapi mereka tetap tidak bisa
memahami dan menerima, sebab mereka sudah punya persepsi yang berbeda sama sekali dengan Yesus.
Ketika Yesus bersabda, “Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya" (Yoh.8:51), mereka sangat terkejut dan menolak. Mereka menanggapi, "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.
Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham, yang telah mati!
Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” (Yoh.8:52-53).
Kaum Yahudi selalu berpatokan pada Abraham, Bapa segala bangsa.
Dengan demikian, mereka tidak bisa menerima Yesus sebagai Tuhan bagi mereka; sejatinya, Yesus adalah Allah yang mereka sembah dan disembah oleh nenek moyang mereka.
Aku berkata kepadamu, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Lalu mereka
mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah (Yoh.8:58-59).
Pada hari-hari pertobatan ini, kita diundang oleh Tuhan untuk memperbarui diri. Pikiran dan hati perlu terus menerus diubah oleh kasih Tuhan, sehingga semakin boleh memahami misteri kasih-Nya yang hadir di tengah kita. Dalam banyak peristiwa, kita sungguh mengalami kehadiran Tuhan yang menyelamatkan.
Kita bersyukur boleh mengalami sentuhan rohani baik dalam doa maupun dalam berbagai kegiatan pelayanan kasih. Tetapi kita juga menyadari bahwa masih banyak orang yang barangkali membutuhkan waktu lebih untuk mengalami kasih-Nya.
Memang salah satu kesulitan kita dalam memahami kehadiran Tuhan dalam hidup ialah persepsi yang seringkali kita bangun hanya sesuai dengan kemampuan kita.
Itulah sebabnya, Gereja selalu mengundang supaya kita memperbarui pikiran dan hati dengan Sabda-Nya, sebab dalam Sabda Tuhan kita akan menemukan Pribadi Allah yang sungguh mengagumkan dan baru sama sekali.
| Renungan Harian Katolik Jumat 17 April 2028, "Berbagi Berkat Tiada Henti" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 17 April 2026, "Yesus Raja Semesta Siap Melayani Kesejahteraan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Jumat 17 April 2026, "Kumpulkan Potongan Roti" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 16 April 2026, "Percaya Yesus: Pilihan Tepat untuk Keselamatan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 16 April 2026, "Setia dan Taat Dalam Tugas Rutin Setiap Hari" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PASTOR-JOHN-LEWAR-SVD-Biara-Soverdi-St-Yosef.jpg)