Jumat, 10 April 2026

Perang Israel Iran

Jerman Berbalik Arah, Kini Menentang AS-Israel Serang Iran

Pemerintah Jerman kini menentang serangan AS-Israel terhadap Iran. Berlin menyebut langkah militer AS-Israel sebagai pelanggaran.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.COM
Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier. 

POS-KUPANG.COM - Pemerintah Jerman kini menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran. Berlin menyebut langkah militer AS-Israel sebagai pelanggaran hukum internasional.

Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier menegaskan bahwa penarikan diri Presiden AS Donald Trump dari kesepakatan nuklir dan peluncuran serangan militer adalah jalur yang salah untuk menyelesaikan kebuntuan dengan Teheran. 

“Perang ini merupakan pelanggaran hukum internasional,” kata Frank-Walter Steinmeier dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Jerman, dikutip dari Anadolu. 

Steinmeier, yang merupakan salah satu negosiator kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan Iran, menyebut  aksi militer AS-Israel adalah jalan yang salah untuk menyelesaikan kebuntuan tersebut.

"Perang ini adalah kesalahan politik yang sangat merugikan dan yang paling membuat saya frustrasi adalah bahwa ini adalah perang yang sebenarnya dapat dihindari dan tidak perlu jika tujuannya adalah untuk menghentikan Iran dalam upayanya mengembangkan bom nuklir," ujarnya. 

Ini merupakan kritik publik paling kerasnya terhadap konflik yang sedang berlangsung.

Ia juga mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS saat itu, John Kerry, pada tahun 2015 yang menyoroti signifikansi historis perjanjian dengan Iran.

Menurutnya, kesepakatan nuklir tersebut telah mencegah konfrontasi militer yang seharusnya terpaksa dilakukan AS.

Baca juga: Rentetan Rudal Iran Serang Israel dan Pangkalan Militer AS

"Kita tidak pernah sejauh ini dari kemungkinan Iran memperoleh senjata nuklir seperti setelah kesepakatan itu disepakati pada 14 Juli 2015," ujarnya.

"Namun, pada tahun kedua masa jabatan pertamanya, Presiden Trump menarik diri dari kesepakatan ini. Pada masa jabatan keduanya, dia sekarang sedang melancarkan perang," tambahnya.

Jerman sempat dukung serangan AS-Israel ke Iran

Pada awal perang, Jerman sempat mendukung serangan AS dan Israel terhadap Iran daripada banyak rekan-rekannya di Eropa.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz bahkan pergi ke Ruang Oval dan mengatakan kepada Trump tentang perlunya menggulingkan rezim di Teheran.

Padahal, Presiden Perancis Emmanuel Macron dan para pemimpin Uni Eropa lainnya mengutuk serangan AS-Israel sebagai ilegal.

Namun, seiring berjalannya perang dan dampak ekonomi serta keamanan perang terhadap perekonomian terbesar Uni Eropa semakin jelas, Merz menjadi jauh lebih terbuka dalam mengkritik serangan AS dan Israel.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved