Breaking News
Senin, 20 April 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Timor Leste Jadi Pasar Baru Produk Unggas Indonesia

Pelepasan ekspor produk unggas itu dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi ekspor. Indonesia mulai membidik Timor Leste sebagai pasar baru untuk produk unggas. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Negara Republik Demokaratik Timor Leste (RDTL) menjadi salah satu pasar terbaru untuk produk unggas dari Indonesia.

Pada awal tahun ini, Indonesia mulai mengekspor produk unggas ke negara yang pernah jadi provinsi ke-27 itu. 

Pelepasan ekspor produk unggas itu dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/3/2026) lalu.

Selain Timor Leste, produk unggas itu juga diekspor ke negara Singapura dan Jepang. Adapun total nilai ekspor diperkirakan mencapai Rp 18 miliar.

Pengiriman tahap pertama sebanyak 75 ton senilai Rp 3,3 miliar. Totalnya akan dikirim 545 ton senilai Rp 18,2 miliar hingga akhir Maret 2026.

Baca juga: Gagalkan Penyelundupan dari Timor Leste, Dansatgas Pamtas: Tekan Aktivitas Ilegal

"Rp 18 miliar, tapi ini terus, terus menerus, ini hari ini aja, terus kita ekspor," ujar Amran.

Dia mengatakan, tiga negara tujuan ekspor kali ini terbilang baru. Sebelumnya, ekspor produk unggas acapkali dikirim ke Oman, Uni Emirar Arab (UAE) Qatar, Papua Nugini, dan beberapa negara lainnya.

Setidaknya ada 4 perusahaan yang terlibat dalam ekspor ke Jepang, Timor Leste, dan Singapura ini. Yakni, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Charoen Pokphan Indonesia, PT Taat Indah Bersinar, serta PT Malindo Food Delight.

"InsyaaAllah pemerintah men-support, terutama legalitas, apa saja yang pengusaha inginkan hubungannya ekspor kita akan dorong," kata Amran.

Bulog Ekspor Beras ke Arab Saudi

Sebelumnya, Perum Bulog mulai mengurim beras premium ke Arab Saudi pada 28 Februari 2026 mendatang. Ekspor beras ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji asal Indonesia.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan sebanyak 2.280 beras diekspor sesuai pesanan dari Kementerian Haji dan Umroh. Pengiriman dilakukan dalam dua tahap, pertama pada 28 Februari 2026 dan kedua, 4 Maret 2026.

"Yang tanggal 28 (Februari) kita prioritaskan untuk yang para petugas-petugas haji dulu, karena petugas haji datang mendahului di sana," kata Rizal, ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026) lalu.

Dia mencatat, nilai ekspor perdana ke Arab Saudi ini senilai Rp 150 miliar. Diperkirakan butuh waktu 1-1,5 bulan untuk mengirimkan beras dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved