Breaking News
Senin, 20 April 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Mahasiswa IPB University Perkenalkan Vertikal Garden ke Warga Aileu Timor Leste

Trichoderma dapat membantu menekan perkembangan jamur patogen penyebab penyakit akar.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM
Ilustrasi vertikal garden. Mahasiwa IPB University memperkenalkan vertikal garden kepada warga di Timor Leste saat pelaksanaan program KKN Internasional. 

POS-KUPANG.COM, DILI - Mahasiswa IPB University memperkenalkan vertical garden serta pemanfaatan Trichoderma kepada warga Distrik Auleu Timor Leste

Hal itu dilakukan para mahasiswa IPB University saat melaksanakan KKN Internasional di wilayah tersebut.

Adapun Program KKN Internasional IPB University berlangsung pada 26 Februari hingga 13 Maret 2026.

Baca juga: Mahasiswa IPB University Laksanakan KKN Internasional di Timor Leste

Dikutip dari laman resmi IPB University, program KKN Internasional tersebut bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan produksi pangan dan perubahan iklim.

Pada sektor pertanian, kegiatan difokuskan pada pengembangan vertical garden serta pemanfaatan Trichoderma, jamur antagonis yang berperan penting sebagai agen hayati untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman.

Yosafat Dimas Anandita, salah satu perwakilan mahasiswa saat mengenalkan teknologi perbanyakan Trichoderma ke masyarakat Aileu, Kamis (5/3/2026), menyampaikan bahwa jamur dapat dimanfaatkan sebagai pupuk biologis sekaligus biofungisida alami yang mampu membantu mengendalikan berbagai penyakit tanaman. 

Ia mengatakan, Trichoderma dapat membantu menekan perkembangan jamur patogen penyebab penyakit akar seperti fusarium, rhizoctonia, dan phytophthora.

Jamur, kata sia, juga mampu merangsang pertumbuhan akar, mempercepat penguraian bahan organik di dalam tanah, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai stres lingkungan.

Dosen pembimbing lapang, Wildan Nurussalam, SPi, MSi, menambahkan, mahasiswa KKN Internasional di Timor Leste juga mengembangkan sistem akuaponik, teknologi maskulinisasi ikan nila, dan pemanfaatan probiotik dalam pakan ikan. 

“Sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim, tim IPB juga akan memasang Automatic Weather System (AWS) guna mendukung sistem pemantauan cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dinamika iklim,” imbuhnya.

Kepala desa setempat, Felisberto, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa.

“Program yang dibawa oleh mahasiswa IPB ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap pengetahuan seperti ini bisa terus dikembangkan karena dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved