Minggu, 7 Juni 2026

Mutiara Ramadhan

Mutiara Ramadhan - Menangis

Dalam Islam menangis memiliki berbagai tingkatan. Ada menangis termasuk perbuatan dosa dan ada menangis termasuk perbuatan mulia.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM
Menteri Agama, KH. Nasaruddin Umar. 

Jeritan taubat yang disertai linangan air mata lebih disukai Tuhan ketimbang gemuruh tasbihnya para ulama, seperti yang pernah diisyaratkan oleh Nabi.

Air mata kedua, dan ini yang paling mahal, yaitu air mata kerinduan yang tumpah karena seseorang terharu dan merindukan Tuhannya.

Ia tidak tahu membayangkan bagaimana bisa  terjadi tiba-tiba menangis terseduh-seduh merindukan Tuhannya. Ia lupa dosanya, lupa juga surga dan neraka, yang ada dalam benaknya adalah Sang Maha Agung Allah SWT.

Kedua jenis air mata emas ini hanya bisa dialami oleh orang-orang yang mendapatkan anugerah dan hidayah dari Allah SWT. Kita berharap dalam bulan Ramadan ini kita bisa mengoleksi kedua jenis air mata itu sebanyak-banyaknya.

Mestinya di bulan Ramadan ini kita lebih banyak menangis ketimbang ketawa, sekalipun penuh dengan lawak dan banyolan yang disuguhkan oleh media-media TV.

Jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat dan jika air mata kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai, maka perlu kita melakukan introspeksi.

Apakah kita termasuk orang yang dilukiskan Tuhan sebagai ”di dalam hatinya ada penyakit” (fi qulubihim maradh) atau sudah sampai kepada ’’Allah sudah menutup mati pintu hatinya” (khatamallah ’ala qulubihim). Mari kita memeriksa mata kita, apakah sudah bersahabat dengan syurga atau bersahabat dengan neraka? (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved