Timor Leste
Nilai Ekspor Jawa Timur ke Timor Leste Alami Surplus pada 2025
Ekspor Jawa Timur ke Timor Leste tercatat US$241,56 juta dengan surplus perdagangan mencapai US$238,29 juta.
“Surabaya termasuk daerah yang paling banyak mengirim bahan dan produk ke Timor Leste,” ungkapnya.
Selain bertemu jajaran Kadin Jatim, delegasi Timor Leste juga mengunjungi sejumlah perusahaan di Jawa Timur yang mengekspor produknya ke negaranya, seperti PT Akuasi, Bogasari, dan Indofood.
Mereka juga mendatangi kawasan Pelabuhan Tanjung Perak untuk melihat aktivitas ekspor secara langsung.
“Kami ingin melihat langsung proses produksi barang-barang yang dikirim ke Timor Leste,” kata Ricardo.
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu prioritas dalam penjajakan kerja sama ini.
Ricardo mengakui, jumlah dan kapasitas UMKM di Timor Leste masih terbatas karena pembangunan dilakukan secara bertahap.
“Karena kami masih berjalan pelan-pelan, pendampingan UMKM sangat kami perlukan,” ujarnya.
Adapun sektor yang dinilai potensial antara lain industri tenun, makanan ringan, hingga produksi perabot rumah tangga sederhana seperti kursi dan meja. Produk-produk tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan pasar domestik Timor Leste.
Tak hanya UMKM, peluang investasi juga terbuka di sektor pengelolaan sampah dan daur ulang. Hingga kini, Timor Leste belum memiliki sistem pemilahan maupun industri daur ulang terpadu.
“Sampah masih dikumpulkan di satu tempat. Untuk daur ulang memang belum ada,” ungkap Ricardo.
Ia berharap investor dari Indonesia, khususnya Jawa Timur, dapat melihat peluang tersebut sebagai potensi kerja sama jangka panjang.
Selain itu, kebutuhan suku cadang dan layanan perawatan alat berat juga menjadi perhatian. Banyak pengusaha Timor Leste membeli alat berat dari Indonesia, namun kerap menghadapi kendala ketersediaan suku cadang setelah satu hingga dua tahun penggunaan.
“Sering muncul masalah karena tidak ada suku cadang di sana,” jelasnya.
Saat ini, sejumlah produk utama yang diekspor dari Indonesia ke Timor Leste meliputi bahan bangunan, makanan dan minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga alat berat. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, Ricardo optimistis potensi pasar Timor Leste masih terbuka luas.
“Kami berharap kerja sama dengan Kadin Jawa Timur bisa semakin konkret dan saling menguntungkan,” tuturnya. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Asisten-Atase-Perdagangan-dan-Perindustrian-Timor-Leste-di-Kantor-Kadin-Jatim.jpg)