Senin, 8 Juni 2026

Nasional Terkini 

Dedi Mulyadi Paling Menyedot Perhatian Publik, Rapor Setahun DIR Catat 4,2 Miliar Engagement

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani paling menyedot perhatian publik sepanjang satu tahun pertama masa jabatan.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
Tribunnews.com
HASIL RISET - Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research (DIR), Neni Nur Hayati menyampaikan hasil riset mengenai Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Dedi Mulyadi memuncaki kategori publikasi media
  • Deep Intelligence Research riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI)
  • Menganalisis pemberitaan dan percakapan publik di media sosial

 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani paling menyedot perhatian publik sepanjang satu tahun pertama masa jabatan.

Dedi memuncaki kategori publikasi media sekaligus engagement media sosial, mengungguli sejumlah kepala daerah lain di Indonesia.

Demikian hasil riset Deep Intelligence Research (DIR) bertajuk Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026 yang dirilis di Jakarta, Minggu (22/2).

DIR merupakan lembaga riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) itu menganalisis pemberitaan dan percakapan publik di media sosial selama periode 20 Februari 2025 hingga 19 Februari 2026.

Adapun total pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi mencapai 1.887.196 berita di media siber, cetak, dan elektronik. 

Dari keseluruhan pemberitaan itu, tercatat total engagement 5.624.353.582 dengan audience 33.798.508.877.

Sementara di media sosial, terdapat 4.573.206 percakapan, meliputi 112.442 percakapan di X, 204.337 di Facebook, 854.473 di Instagram, 2.063.710 di Tiktok, 27.468 di Threads, dan 1.309.974 di Youtube. 

Jumlah media yang dianalisis terdiri dari 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 40 media elektronik.

Sementara untuk media sosial, DIR meng-cvrawling semua platform yang ada dan digunakan oleh Masyarakat di Indonesia.

Baca juga: Siap ke Maumere  Dedi Mulyadi Puji Aksi Suster Ika yang Selamatkan 13 Wanita Asal Jabar Korban TPPO

Direktur Komunikasi DIR, Neni Nur Hayati, menegaskan bahwa satu tahun pertama adalah fase krusial. 

“Kami menggunakan metodologi Media Intelligence yang menggabungkan analisis media massa dan digital listening untuk melihat sejauh mana legitimasi publik terbentuk di era keterbukaan informasi ini. Mesin aritifical intelligence kami bekerja meng-crawling data untuk menarik seluruh data pemberitaan dan percakapan public di media sosial dari para gubernur, tentang gubernur dan yang mempercakapkan gubernur,” ujar Neni.

Menurut Neni, tahun pertama adalah ujian kepemimpinan situasional. “Data kami menunjukkan bahwa publik memberikan perhatian sangat tinggi dan harapan besar kepada pemimpin daerah dalam mengeksekusi janji-janji kampanye, program pusat di daerah, dan ketangkasan saat bencana melanda. Total berita tentang gubernur di media mainstraim mencapai 1,887 juta lebih. Engagement di medsos mencapai 5,624 milyar, dengan audiens mencapai 33,798 milyar terlibat. Ini perhatian yang luar biasa, dan harapan yang sangat besar dari masyarakat,” tutur Neni.

Dalam temuan utama, DIR mencatat tiga kluster isu dominan. Pertama, Program Strategis Nasional di bidang pendidikan, khususnya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi perhatian luas di hampir seluruh provinsi.

Kedua, ketangkasan menghadapi krisis, terutama saat Banjir Besar di Sumatera dan Aceh pada November 2025 yang menjadi titik uji kepemimpinan daerah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved