Senin, 4 Mei 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Indonesia dan Timor Leste Kerjasama Anti-Doping 

Kunjungan ini menjadi bentuk kerja sama antarnegara bertetangga dalam penguatan pengawasan doping olahraga.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/IADO
Pertemuan Gatot S Dewa Broto dan pimpinan IADO dengan CND Timor Leste di kantor IADO 

POS-KUPANG.COM -- Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) meningkatkan kerja sama anti doping antar kedua negara. 

Penguatan kerja sama dilaksanakan saat kunjungan Kerry Galhos dari Commissao Nacional do Desporto / National Sports Commision (CND) Timor Leste ke Indonesia Anti-Doping Organization pada 3–4 Februari 2026. 

Kunjungan ini menjadi bentuk kerja sama antarnegara bertetangga dalam penguatan pengawasan doping olahraga.

Kerry Galhos hadir sebagai penanggung jawab NADO Timor Leste yang masih berada di bawah koordinasi CND.

Pada hari pertama, seluruh pimpinan dan staf IADO hadir menyambut pertemuan di kantor IADO. Kehadiran lengkap jajaran IADO menunjukkan komitmen dan keramahan dalam memperkuat kerja sama regional. 

“Pertemuan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan solidaritas antarnegara Asia Tenggara,” ujar Gatot S Dewa Broto, Ketua IADO, Rabu, 4 Februari 2026.

Kegiatan ini terlaksana atas inisiatif SEARADO yang dipimpin Indonesia sebagai negara tetangga terdekat. Indonesia diharapkan berbagi pengalaman pengawasan doping kepada Timor Leste melalui forum tersebut.

IADO menjelaskan perbedaan kategori Indonesia masuk Tier-2 dan Timor Leste Tier-4. “Perbedaan ini tidak menghalangi kerja sama yang saling menguatkan,” katanya.

Pada hari pertama, IADO memaparkan profil organisasi serta pelaksanaan TUE dan Risk Management. Paparan tersebut menjadi pengantar sistem pengawasan doping yang diterapkan di Indonesia.

Hari kedua diisi berbagi pengalaman testing, edukasi, dan intelijen pengawasan doping. “Kami berharap transfer pengetahuan ini memperkuat NADO Timor Leste,” ujarnya. 

IADO juga menyaksikan penandatanganan kerja sama dengan ISNA pada siang hari. Agenda ditutup dengan FGD bersama Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya terkait edukasi antidoping. (*)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved