Senin, 1 Juni 2026

Nasional Terkini 

Elit Partai Demokrat Temui Jokowi di Solo, Ada Apa?

Elit Partai Demokrat, Afriansyah Noor bertemu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Solo.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.COM
BERTEMU JOKOWI - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Afriansyah Noor, bertemu dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (8/2/2026) siang. 

POS-KUPANG.COM, SOLO - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Afriansyah Noor bertemu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kota Solo, Jawa Tengah. 

Pertemuan berlangsung di kediaman Jokowi, Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Minggu (8/2/2026) siang. 

Afriansyah yang juga Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker), mengungkapkan bahwa keduanya membahas kelanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran, isu ketenagakerjaan.

Selain itu, menegaskan sikap Partai Demokrat yang tidak terlibat dalam polemik ijazah Jokowi

“Jadi ini nostalgia. Sekaligus kami berdiskusi hal-hal kecil. Dan tentunya ke depan pemerintahan Bapak Prabowo dan Mas Gibran sebagai wakil presiden ini bisa berjalan mulus sampai 2029. Kami dari kabinet Pak Prabowo-Gibran fokus bekerja,” ujar Afriansyah usai pertemuan. 

Ia menambahkan, saat ini fokus utamanya sebagai menteri adalah menyelesaikan berbagai persoalan di bidang ketenagakerjaan.

“Kalau di bidang ketenagakerjaan, fokus kami soal pekerja, upah buruh, upah minimum, kemudian profesionalisme, serta bagaimana menciptakan kesejahteraan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya. 

Afriansyah berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan memperkuat sistem ketenagakerjaan nasional. 

Baca juga: Demokrat NTT Rakerda III, Evaluasi dan Konsolidasi Sambut Pemilu 2029

Dalam pertemuan itu, Afriansyah juga menegaskan Partai Demokrat tidak memiliki keterkaitan dengan polemik ijazah Jokowi yang belakangan mencuat ke publik.

“Kalau soal ijazah, saya tidak bersinggungan sama sekali karena saya tahu persis. Menurut keyakinan saya, Pak Jokowi selama berproses dalam politik hingga menjadi presiden sudah melalui tahapan-tahapan yang sah,” ujar Afriansyah. 

Ia menambahkan, baik dirinya maupun Jokowi tidak menyinggung persoalan tersebut dalam pertemuan. 

Afriansyah juga menyampaikan bahwa Jokowi memahami sikap Partai Demokrat yang tidak mungkin terlibat dalam fitnah atau tuduhan semacam itu. 

“Demokrat sangat tidak mungkin membuat fitnah atau menuduh. Itu bukan wataknya Pak SBY (Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono), bukan wataknya Mas AHY (Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono), dan juga bukan wataknya Partai Demokrat,” tegasnya. 

Menurut Afriansyah, Partai Demokrat merupakan partai kaum intelektual dan religius yang menjunjung tinggi politik santun serta nilai nasionalisme religius. 

Ia juga menyampaikan bahwa Jokowi menitipkan salam untuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

"Harapan beliau, dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, sekitar 280 juta jiwa, kita harus bersama-sama membangun bangsa. Seluruh tokoh bangsa perlu bersatu untuk membuat negara ini lebih kuat, sejahtera, dan mantap,” jelas Afriansyah. (*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved