Doa Harian Katolik
Doa Harian Katolik: Doa Menjelang Kelahiran Tuhan Yesus
Jauhkanlah kami dari iman yang dingin dan basa-basi. Bangunkanlah kami dari sikap acuh tak acuh terhadap penderitaan sesama.
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Apolonia Matilde
Ringkasan Berita:
- Doa penantian menjelang Natal yang mengungkapkan syukur atas kesetiaan Allah dalam memenuhi janji keselamatan melalui kelahiran Yesus Kristus
- Pengakuan dan pertobatan hati, memohon ampun atas kelalaian dan ketidaksiapan batin dalam masa Adven
- Teladan Maria dan Yusuf diangkat sebagai inspirasi ketaatan, kerendahan hati, dan kesetiaan dalam menyambut kehendak Allah.
- Permohonan agar Kristus lahir dalam kehidupan nyata, khususnya dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat
POS-KUPANG.COM - Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
Ya Allah Bapa yang Mahakasih, di hari kedua puluh tiga bulan Desember ini, kami berdiri di ambang peristiwa agung iman kami, kelahiran Putra-Mu, Yesus Kristus, Sang Juruselamat dunia.
Hari-hari penantian hampir mencapai puncaknya, dan bersama Gereja semesta, kami berkata:
datanglah, ya Tuhan, jangan berlambat.
Kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkau adalah Allah yang setia pada janji. Sejak awal sejarah, ketika manusia jatuh dalam dosa, Engkau tidak meninggalkan ciptaan-Mu.
Melalui para nabi, melalui kisah-kisah harapan yang rapuh, melalui tangisan umat yang tertindas,
Engkau menyiapkan jalan bagi kedatangan Sang Imanuel,Allah yang memilih tinggal bersama manusia.
Ya Bapa, di hari-hari terakhir masa Adven ini, kami mengakui dengan jujur
bahwa hati kami sering tidak setia dalam menanti.
Kami terlalu sibuk dengan urusan dunia, dengan perayaan lahiriah, dengan rencana-rencana yang penuh hiruk-pikuk, hingga lupa menyiapkan ruang batin bagi Putra-Mu yang akan lahir dalam kesederhanaan.
Ampunilah kami, ya Tuhan, bila palungan hati kami masih penuh oleh kesombongan, kemarahan, iri hati, dan luka lama.
Ampunilah kami bila kami lebih mudah menghakimi daripada mengasihi, lebih cepat menuntut
daripada mengampuni, lebih gemar berbicara daripada mendengarkan jeritan sesama.
Sucikanlah hati kami, ya Bapa, seperti Engkau mempersiapkan rahim Maria menjadi tempat yang kudus bagi Sabda-Mu.
Ajarlah kami belajar dari Bunda Maria yang berkata “ya” tanpa syarat, meski ia tidak sepenuhnya mengerti rencana-Mu.
Ajarlah kami belajar dari Santo Yusuf yang memilih taat dalam diam, setia dalam kebingungan, dan berani menjaga kehidupan yang rapuh.
Ya Tuhan, kami sadar bahwa Putra-Mu tidak lahir di istana megah atau rumah yang nyaman,
melainkan di kandang sederhana, di tengah bau jerami dan hewan.
Dengan itu Engkau menyingkapkan wajah-Mu: Allah yang dekat dengan yang kecil, yang miskin, yang tersingkir,
dan yang tidak diperhitungkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Doa-Menjelang-Kelahiran-Tuhan-Yesus.jpg)