Breaking News

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 11 Desember 2025, 'Taat, Patuh Setia dan Rendah Hati'

Kehidupan umat Perjanjian lama diwarnai dengan pergolakan hidup yang seringkali berakhir dengan hadirnya berbagai bentuk penderitaan

Editor: Edi Hayong
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN KATOLIK- RP. John Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Kamis 11 Desember 2025 

Oleh : RP. Jhon Lewar SVD

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor –NTT

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Kamis 11 Desember 2025 dari RP. John Lewar SVD Hari Kamis Pekan Advent Kedua St. Damasus I berjudul 'Taat, Patuh Setia dan Rendah Hati'

Renungan Harian Katolik RP. Jhon Lewar SVD merujuk pada Bacaan I : Yes 41:13-20; Mzm 145:1,9-13ab; Mat 11:11-15, Warna Liturgi: Ungu

Saudari – saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Kehidupan umat Perjanjian lama diwarnai dengan pergolakan hidup yang seringkali berakhir dengan hadirnya berbagai bentuk penderitaan. Realitas penderitaan ini terjadi karena kegagalan para raja dalam
memimpin masyarakatnya.

Mereka seringkali tampil dengan keangkuhan jabatan dan menindas masyarakat umum demi memenangkan
kepentingan pribadi. Dalam situasi ini, Allah melalui nabi Yesaya, memberi harapan hidup baru kepada umat Israel dan sekaligus mengajaknya untuk tidak takut menghadapi hari-hari kehidupan mereka.

Allah memberikan jaminan bahwa umat Israel akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan dan kehidupan baru mereka diwarnai dengan aneka kelimpahan rahmat dan kasih Allah.

Dalam injil hari ini, Yesus bicara tentang Yohanes Pembaptis yang telah mendahuluiNya. Yesus kagum akan pribadi Yohanes Pembaptis yang dengan penuh semangat mewartakan pertobatan kepada semua orang.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 11 Desember 2025, Yohanes Pembaptis Pribadi Istimewa di mata Yesus

Yohanes bekerja keras untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Yesus dan dia melakukannya dengan penuh sukacita. Sikap Yohanes yang berjuang dengan gigih dan setia tanpa mengenal lelah inilah yang mengagumkan Yesus.

Yohanes Pembaptis begitu populer pada waktu itu sehingga banyak orang berbondong-bondong datang kepadanya untuk dibaptis maupun hanya sekedar mendengarkan pewartaannya. Yesus sangat menghormati
Yohanes Pembaptis sehingga Ia pun minta dibaptis oleh Yohanes.

Pembaptisan Yesus bukan berarti Ia ingin bertobat dari dosa, tetapi Ia ingin menunjukkan kerendahan hatiNya sebagai Allah dan manusia yang punya hati ilahi dan manusiwi.

Sikap Yesus inilah yang menjadi sikap kita dalam membangun relasi dengan sesama. Keberanian untuk menerima dan menghargai sesama menjadi bagian utama dalam hidup kita sebagai umat kristiani.

Di tengah kancah dunia yang kian mementingkan diri dalam persaingan dan kesombongan, kiranya sikap rendah hati Yesus ini patut kita hidupi sebagai kesaksian akan namaNya. Panggilan dan perutusan Yohanes Pembaptis adalah menyiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan.

Dia menyerukan pertobatan dan pembersihan diri, dia juga yang dengan kerendahan hatinya memperkenalkan ”Terang yang sesungguhnya” yang datang ke dalam dunia. Ada banyak tantangan dan kesulitan dalam menjalankan tugas perutusan itu, tetapi Yohanes Pembaptis tetap taat, patuh setia dan rendah hati dalam panggilan dan perutusannya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 11 Desember 2025, “Yang Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar”

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved