Internasional Terkini
Dialog AS-Rusia Gagal Sepakati soal Wilayah Ukraina
Inti dari pertemuan ini adalah rencana perdamaian AS, yang kemudian direvisi di bawah tekanan dari Kyiv dan para pendukungnya.
POS-KUPANG.COM, MOSKWA - Dialog AS dan Rusia kembali gagal mencapai kata sepakat soal wilayah Ukranina. Dalam Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, serta utusan khusus AS Steve Witkoff di Kremlin, setelah memberi sinyal bahwa pasukannya siap terus bertempur demi mencapai tujuan awal perang Rusia.
Pertemuan tersebut adalah momen krusial bagi Ukraina dalam minggu yang diperkirakan penuh ketegangan, setelah beberapa hari diplomasi intensif.
Inti dari pertemuan ini adalah rencana perdamaian AS, yang kemudian direvisi di bawah tekanan dari Kyiv dan para pendukungnya di Eropa.
Baca juga: Timor Leste Akan Ikut Pertemuan Diplomat Rusia - ASEAN
Mengenai wilayah Ukraina yang diduduki, "Sejauh ini kami belum menemukan kompromi, tetapi beberapa solusi Amerika dapat dibahas,” ujar penasihat utama kepresidenan Rusia, Yuri Ushakov, setelah pertemuan di Moskwa.
"Beberapa rumusan yang diajukan tidak sesuai bagi kami, dan pekerjaan akan terus berlanjut,” tambahnya.
Trump mengatakan, kemajuan dalam mengakhiri perang yang hampir berlangsung empat tahun itu tidak akan mudah.
"Perwakilan kami sedang berada di Rusia saat ini untuk melihat apakah kita bisa menyelesaikannya,” paparnya dalam rapat kabinet di Gedung Putih.
"Situasi yang tidak mudah, biar saya katakan. Benar-benar berantakan.”
Dalam wawancara yang disiarkan Selasa (2/12/2025) malam di Fox News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, pembicaraan dengan Rusia "telah menghasilkan beberapa kemajuan” untuk mengakhiri perang dengan Ukraina.
Tidak jelas kapan tepatnya wawancara itu direkam. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Senin (1/12/2025) bahwa setiap rencana harus mengakhiri perang secara permanen, dan bukan hanya menghasilkan jeda dalam pertempuran yang dimulai dengan ofensif oleh Moskwa pada Februari 2022.
Ia juga mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa "tidak akan ada solusi yang mudah.”
"Yang penting adalah semuanya adil dan transparan. Tidak ada permainan yang dilakukan di belakang Ukraina. Tidak ada yang diputuskan tanpa Ukraina—tentang kami, tentang masa depan kami,” tekannya.
Moskwa menolak rencana yang telah diubah
Kushner dan Witkoff akan menyerahkan versi baru rencana AS tersebut kepada Putin, yang telah dirumuskan ulang setelah versi awalnya memicu kekhawatiran di Kyiv dan Eropa bahwa rencana itu terlalu banyak memberi konsesi kepada Moskwa.
Ushakov mengatakan, rencana awal AS terdiri dari empat bagian, yang dibahas selama pertemuan lima jam di Kremlin. "Ada beberapa poin yang bisa kami sepakati,” kata penasihat diplomatik utama Putin itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/asap-mengepul-dari-rumah-sakit-anak-Kyiv-Ukraina_01.jpg)