Provinsi NTT Terkini

Begini, Antisipasi Dinas Pertanian NTT Hadapi Risiko Bencana Hidrometeorologi 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyiapkan langkah meminimalisir resiko bencana hidromteorologi.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Apolonia Matilde
POS-KUPANG.COM
ANTISIPASI - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz. B. O Wanda meminta petani agar ikut memitigasi risiko bencana hidrometeorologi saat musim tanam. Dia menyampaikan itu saat diwawancarai. Rabu, (3/12/2025) di kantornya. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyiapkan berbagai langkah untuk meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi, menyusul peringatan cuaca dari BMKG 
  • Kepala Dinas Joaz BO Wanda menjelaskan pihaknya melakukan pendampingan bagi petani, memastikan ketersediaan benih, pupuk, dan alsintan
  • Berbagai jenis benih telah didistribusikan, sementara pemantauan cuaca dilakukan terus-menerus. 
  • Petani diimbau memanfaatkan awal musim hujan, memperkuat drainase, menyesuaikan pola tanam

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

 

POS-KUPANG.COM KUPANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyiapkan langkah-langkah untuk meminimalisir risiko akibat bencana hidrometeorologi. 

Adapun BMKG telah menyampaikan ancaman bencana hidrometeorologi yang kemungkinan melanda NTT. Otoritas yang berkaitan dengan cuaca ini terus melaporkan perkembangan cuaca harian hingga mingguan secara berkala. 

Itu dilakukan agar mencegah dampak lebih besar dari bencana hidrometeorologi. Termasuk, adanya kesiapsiagaan dari publik akan bahaya bencana di NTT. Salah satunya, para petani yang memulai musim tanam. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz BO Wanda, mengatakan, 
secara nasional musim tanam terbagi menjadi dua bagian yakni periode Musim Tanam I dari April-September. Kemudian, Musim Tanam II di periode Oktober-Maret.

"Perkiraan musim hujan dan musim tanam di NTT umumnya, awal musim hujan di NTT berada di sekitar November-Desember. Tergantung curah hujan," katanya, Rabu (3/12/2025). 

Tidak sedikit, beberapa kabupaten mulai hujan sedikit lebih awal, misalnya pada bulan Oktober. Itu pun sangat tergantung dengan wilayah berkaitan. Sedangkan, puncak musim hujan atau periode hujan intens paling tinggi, biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Februari. Kemarau akan berlangsung di bulan April. 

Joaz mengatakan, pihaknya sedang melakukan upaya kesiapan menghadapi musim tanam. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, kata dia, melalui penyuluh pertanian melakukan pendampingan kepada petani atau kelompok tani untuk budidaya tanaman. 

"Upaya lain yang dilakukan yaitu memastikan sarana produksi seperti benih, pupuk dan alsintan sudah siap sedia di tempat," katanya. 

Dia menjelaskan, distribusi sarana produksi sudah harus tersedia minimal satu pekan sebelum digunakan. Alokasi bantuan pemerintah sebagian besar sudah diterima
petani dan sisanya dalam proses pendropingan.

"Sedangkan untuk alsintan menggunakan sistem Brigade Alsintan yaitu pelayanan penggunaan alsintan dengan biaya yang relatif murah dan dibawa standar harga di tingkat petani," ujarnya. 

Benih yang dialokasikan untuk petani yaitu benih padi sebanyak 37.000 kilogram, 939.700 kilogram, benih jagung sebanyak 9.000 kilogram dan 711.732,5 kilogram, benih kacang hijau sebanyak 375 kilogram, sorghum sebanyak 106 kilogram, cabai rawit 60 bungkus, tomat 60 bungkus, kacang panjang 55 bungkus.

Kemudian, lanjut dia, terung ungu 60 bungkus, mentimun 60 bungkus, sawi pakcoy 60 bungkus, kangkung 60 kilogram, pepaya 54 bungkus, paria  60 bungkus, sawi putih/caisin  30 bungkus, cabai besar 60 bungkus, bawang
merah TSS 60 bungkus, dan buncis 74 bungkus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved