Senin, 27 April 2026

Timor Leste

Ekspedisi OceanX di Coral Triangle Timor Leste: dari Riset Biodiversitas hingga Migrasi Paus Biru

Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menyambut baik kolaborasi tersebut.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Tim OceanXplorer ( OceanX ) dengan latar belakang Pulau Atauro. OceanX memimpin misi untuk memetakan migrasi paus biru dan habitat terumbu karang yang kaya untuk membangun baseline ilmiah baru bagi perlindungan laut. 

Ekspedisi OceanX di Coral Triangle Timor Leste: dari Riset Biodiversitas hingga Migrasi Paus Biru

POS-KUPANG.COM, DILI - OceanX menuntaskan ekspedisi di Coral Triangle Timor Leste. Ekspedisi itu mencakup misi riset perdana dengan melakukan 14 hari eksplorasi dan penelitian terpadu di kawasan pesisir utara dan wilayah Atauro Island, Timor Leste

Ekspedisi ini menjadi salah satu survei laut paling komprehensif di kawasan Coral Triangle, mencakup riset biodiversitas, ekologi paus biru, hingga pemetaan struktur dasar laut.

Misi ini melibatkan ilmuwan dari KAUST, University of Florida, University of Western Australia, serta para peneliti Timor Leste.

Baca juga: PM Timor Leste Xanana Gusmão Kunjungi Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Belu, Doakan Perdamaian

Dukungan Pemerintah Timor Leste

Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa temuan ekspedisi memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi upaya konservasi kelautan nasional.

“Riset ini mengungkap kekayaan biodiversitas laut kami dan menyediakan data ilmiah paling berharga yang pernah dimiliki negara, dari terumbu karang hingga ekosistem laut dalam dan migrasi paus biru,” ujarnya.

“Temuan ini menjadi fondasi penting untuk konservasi, termasuk rencana pembentukan taman nasional di sekitar Atauro Island.”

Co-CEO dan Chief Scientist OceanX, Vincent Pieribone, menyebut misi ini sebagai langkah besar untuk memahami Timor Passage yang dikenal sebagai koridor laut paling dinamis di dunia.

Selama operasi, tim memetakan hampir 5.000 km⊃2; dasar laut dan merekam lebih dari 100 jam aktivitas ROV serta wahana selam berawak.

Penjelajahan tersebut menghasilkan sampel dan dokumentasi dari lereng curam, zona midwater, hingga habitat bentik laut dalam yang sebelumnya belum banyak diteliti.

Riset Paus Biru: 60 Penampakan, 50 Interaksi Dekat

Tim juga mendapatkan gambaran rinci mengenai migrasi tahunan paus biru. Dari udara menggunakan helikopter dan drone, serta kapal kecil, tim mencatat 60 penampakan dan hampir 50 interaksi langsung dengan paus biru.

Koleksi sampel genetik dan mikrobioma akan memperkuat studi tentang kesehatan paus serta dampak interaksi dengan cookie-cutter shark di perairan utara Dili.

Lebih dari 4.000 Sampel Biologis

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved