Rabu, 20 Mei 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Indonesia dan Timor Leste Kolaborasi Tanggulangi Rabies di Pulau Timor

Mission Rabies menerapkan pendekatan satu kesehatan yang didorong oleh penelitian untuk memberantas rabies

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/KBRN
ELIMINASI RABIES - Pertemuan Rabies Cross Border Meeting In Timor Island 2025 digelar di Aula Hotel King Star Atambua, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/11/2025). Pertemuan itu menghadirkan para pihak dari Indonesia dan Timor Leste dengan dukungan Mission Rabies. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) terus melakukan kolaborasi untuk menanggulangi penyebaran virus rabies di Pulau Timor

Kolaborasi lintas negara itu didukung penuh Mission Rabies, sebuah program dari Worldwide Veterinary Service yang merupakan sebuah badan amal yang berbasis di Inggris Raya untuk  membantu hewan.

Mission Rabies menerapkan pendekatan satu kesehatan yang didorong oleh penelitian untuk memberantas rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing.

Dengan dukungan Mission Rabies itu, pemerintah Indonesia dan Timor Leste menggelar pertemuan Rabies Cross Border Meeting In Timor Island 2025 di Aula Hotel King Star Atambua, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/11/2025).

Baca juga: Cegah Rabies, Pemkab Manggarai Timur akan Eliminasi Anjing Liar di Wejang Mawe

Pertemuan itu menjadi upaya penting membahas rumusan strategis dalam penanggulangan rabies secara efektif dan berkelanjutan antar kedua negara, terutama di wilayah Pulau Timor

Direktur International Rabies Taskforce dr. Andrew J. Beron menyebut bahwa rapat koordinasi tersebut menunjukkan kepedulian dan komitmen penanganan rabies untuk wilayah Pulau Timor dan perbatasan. 

Rapat itu juga, kata dia, menjadi kunci penting bagi semua pihak untuk berbagi informasi secara detail terkait penanganan rabies

Menurut dia, penanganan rabies tidak berdampak jika tidak terdapat kolaborasi bersama, baik dari pihak Indonesia maupun Timor Leste. Perlu langkah lanjutan yang lebih konkret, karena itu pihaknya melakukan fasilitasi, koordinasikan dan mengajak semua melakukan pengawasan dan meningkatkan cakupan vaksinasi untuk keamanan semua.

Dia mengatakan, rapat tersebut juga menjadi kelanjutan pelaksanaan pemberian Vaksin Oral atau Rabies Vaccination (ORV) pada September hingga Oktober 2025. 

 Hal itu mempermudah pelaksanaan vaksinasi khususnya untuk anjing yang sulit dipegang atau ditangkap atau yang diliarkan, yang berdampak pada cakupan vaksinasi rabies minimal 70 persen dari total populasi anjing.

Dengan melihat keberhasilannya, dia mengajak semua pihak memanfaatkan dengan baik penggunaan Vaksin Oral atau Rabies Vaccination (ORV) bagi anjing yang sulit ditangani dan agresif agar target 70?ri total populasi anjing dapat tercapai.

"Ini semua bisa terjadi melalui kolaborasi lintas sektor," ucap dr. Andrew.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Nasional Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Peternakan Perikanan dan Kehutanan RTDL Joanita da Costa Jong mengatakan, pertemuan tersebut menjadi agenda penting dan rutin yang telah dilakukan Timor Leste dan Indonesia secara berkelanjutan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan penanganan rabies.

Dikatakannya, melalui pertemuan tersebut, akan terjadi pertukaran informasi dalam membahas sejumlah strategi penanganan untuk mengendalikan dan memberantas rabies secara efektif dan terencana. 

"Jadi kita berkolaborasi bersama khususnya untuk di wilayah Pulau Timor untuk penanganan rabies secara efektif, terencana dan terpadu," ucap Joanita da Costa Jong.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved