Kamis, 16 April 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Mendag Komitmen Dorong Perdagangan Lintas Batas Indonesia dan Timor Leste

Dia menyampaikan, salah satu aspek penting dalam memperlancar arus perdagangan adalah penyelarasan ketentuan pada pos lintas batas. 

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-KEMENTERIAN PERDAGANGAN
PERTEMUAN BILATERAL - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Timor Leste Fransisco Kalbuadi Lay, pada Kamis, (16/10/2025). 

POS-KUPANG.COM, TANGERANG - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong penguatan perdagangan lintas batas.

Upaya tersebut ditempuh melalui pembangunan kapasitas dan integrasi ekonomi kawasan.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Timor Leste Fransisco Kalbuadi Lay, pada Kamis, (16/10/2025). 

Adapun pertemuan tersebut terlaksana di sela-sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 yang berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

"Kami mendukung segala upaya untuk memperkuat rantai pasok dan memperlancar arus barang lintas batas. Kami dapati sekitar 70 persen produk yang beredar di pasar Timor Leste berasal dari Indonesia. Kelancaran distribusi menjadi kunci menjaga keterjangkauan harga produk-produk Indonesia bagi masyarakat Timor Leste," tegas Menteri Budi.

Baca juga: Direktur UT Kupang, Dr. Ajat Sudrajat Terima Kunjungan Institut of Business Timor Leste

Dia menyampaikan, salah satu aspek penting dalam memperlancar arus perdagangan adalah penyelarasan ketentuan pada pos lintas batas. 

Indonesia dan Timor Leste memiliki Perjanjian Traditional Border Crossings and Regulated Markets yang ditandatangani pada 2003 lalu. Perjanjian ini secara spesifik mengatur perdagangan di perbatasan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat di kawasan perbatasan di luar kegiatan ekspor dan impor.

"Mengingat kondisi dan dinamika perdagangan perbatasan telah berkembang pesat sejak perjanjian tersebut diberlakukan 21 tahun lalu, kami menilai sudah saatnya perjanjian ini direviu dan diperbarui. Rencana penyesuaian ini akan difasilitasi dalam kerangka perjanjian perdagangan bilateral yang saat ini tengah dalam proses pembahasan," ujar Budi.

Dalam pertemuan, Budi juga menyatakan dukungannya terhadap proses aksesi Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN. Melalui sinergi Kementerian Perdagangan RI dengan Kementerian Luar Negeri RI, Pemerintah Indonesia mempersiapkan serangkaian program peningkatan kapasitas untuk periode 2025-2026 sebagai bentuk dukungan kesiapan aksesi Timor Leste tersebut.

"Kami percaya kesiapan Timor Leste untuk menjadi bagian dari ASEAN akan memberikan manfaat besar tidak hanya bagi Timor Leste, tetapi juga bagi kawasan. Indonesia mendukung penuh proses integrasi ini," ujar Budi.

Wakil Perdana Menteri Timor Leste Fransisco menyambut baik dukungan dan komitmen Indonesia dalam mendorong penguatan perdagangan lintas batas. Sebagai tindak lanjut, Timor Leste berencana mengirimkan sumber daya manusianya ke Indonesia untuk mengikuti pelatihan di bidang pengawasan produk makanan dan obat-obatan.

Fransisco juga memaparkan, sektor pariwisata merupakan salah satu potensi utama Timor Leste. Namun, ia mengakui bahwa banyak warga Timor Leste lebih memilih berwisata ke Indonesia, khususnya ke wilayah Atambua.

"Ada banyak alasan mengapa kami senang berwisata ke Indonesia. Salah satunya, karena kuliner khasnya yang lezat, misalnya ayam goreng," ucap Fransisco.

Sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral, Fransisco juga mengundang Mendag Budi untuk berkunjung ke Timor Leste.

"Kami mengharapkan kunjungan dalam waktu dekat, baik untuk menandatangani perjanjian dagang maupun menjalankan misi dagang bersama," pungkas Fransisco.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved