Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste
Menanti Kerja Sama Timor Leste dan UNEJ Jember
Perdana Menteri Xanana Gusmao tengah memprioritaskan pembangunan sektor pertanian, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur.
POS-KUPANG.COM, JEMBER - Delegasi Timor Leste tertarik mengembangkan pendidikan tinggi di bidang pertanian dan kopi. Karenanya menjajaki kerja sama dengan Universitas Jember (UNEJ) selaku menjadi tujuan belajar internasional.
Rombongan yang dipimpin oleh Higino Alves, Direktur Nasional Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi Timor Leste, melakukan kunjungan selama dua hari ke Kampus UNEJ, mulai 13 hingga 14 Oktober 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pendidikan tinggi pertanian, terutama pengelolaan kopi, mulai dari kurikulum, laboratorium, hingga pengolahan pascapanen.
“Pemerintah Timor Leste bermaksud menegerikan sebuah perguruan tinggi swasta yang akan fokus pada pendidikan tinggi pertanian, khususnya perkebunan kopi. Karena itu, kami ingin belajar dari UNEJ yang telah berpengalaman,” ungkap Higino Alves Selasa dikutip dari KBRN (14/10/2025).
Perguruan tinggi tersebut rencananya akan berlokasi di Distrik Ermera, wilayah penghasil kopi unggulan di Timor Leste. Dalam kunjungan ini, delegasi juga diwakili oleh Jaime Andre Simoes, Asisten Atase Pendidikan di Kedutaan Besar Timor Leste di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan di bawah Perdana Menteri Xanana Gusmao tengah memprioritaskan pembangunan sektor pertanian, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur.
“Timor Leste memang memiliki potensi minyak bumi, tetapi itu tidak akan bertahan selamanya. Berbeda dengan kopi yang berkelanjutan,” ujar Jaime.
Ia juga menyampaikan bahwa rencana kerja sama dengan UNEJ akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan UNEJ membantu pengembangan pendidikan di Timor Leste. Dalam kesempatan itu, UNEJ menghadirkan pimpinan Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPM).
“Jika kawan-kawan Timor Leste memilih UNEJ untuk belajar kopi, itu langkah yang tepat. UNEJ sudah banyak melakukan riset dan inovasi tentang kopi, bahkan terbuka untuk mahasiswa dari Timor Leste melalui program beasiswa,” ujar Iwan Taruna.
Senada dengan itu, Prof. Yuli Witono menambahkan bahwa riset kopi di UNEJ kini telah meluas, tidak hanya soal konsumsi tetapi juga pemanfaatan kopi untuk kesehatan.
Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Pertanian, Ummi Solikhah, mencontohkan Program Studi Ilmu Pertanian Konsentrasi Perkebunan di Kampus Bondowoso yang fokus pada komoditas seperti kopi, teh, dan cokelat.
Adapun Dekan FTP, Sri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa seluruh program studi di fakultasnya telah memiliki mata kuliah pengolahan kopi, termasuk teknologi berbasis IoT dan remote sensing.
Kunjungan delegasi Timor Leste diakhiri dengan peninjauan ke laboratorium serta fasilitas penelitian di Fakultas Pertanian dan FTP. Di sela kunjungan, Higino Alves menyampaikan bahwa banyak alumni UNEJ asal Timor Leste kini telah berkiprah di berbagai bidang, bahkan ada yang menduduki posisi strategis di pemerintahan.
“Banyak putra Timor Leste yang dulu belajar di UNEJ kini menjadi pejabat penting di negara kami,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama strategis antara Universitas Jember dan Pemerintah Timor Leste dalam pengembangan pendidikan dan riset kopi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Delegasi-Timor-Leste-melihat-laboratorium-kultur-jaringan-di-Fakultas-Pertanian-UNEJ.jpg)