Rabu, 29 April 2026

Timor Leste

Timor Leste Menanti 14 Tahun di Pintu ASEAN

Adapun keanggotaan tersebut dikonfirmasi pekan lalu dalam kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke ibu kota Dili.  

Tayang:
Editor: Ryan Nong
ANTARA/HO-BERNAMA
ILUSTRASI - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berbagi momen ringan dengan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao di KTT ASEAN ke-46 di Pusat Konvensi Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (26/5/2025). 

"Banyak investasi telah masuk ke Timor Leste untuk proyek-proyek besar di bidang minyak dan gas. Namun, ada kekurangan investasi pada indikator pembangunan dasar, seperti pertanian, pendidikan, dan kesehatan," lanjutnya.

Leach menyampaikan, protes pada dasarnya berkisar pada hal tersebut. Respons pemerintah dan parlemen terhadap tekanan publik menjadi indikator penting masa depan negara tersebut.

Timor Leste harapkan kemajuan ekonomi

ASEAN dibentuk pada 1967 untuk mendorong kerja sama regional, termasuk di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, serta mempromosikan perdamaian dan keamanan.

Saat ini, ASEAN memiliki sepuluh anggota yakni Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei, dan Filipina.

Timor Leste dijadwalkan resmi menjadi anggota ke-11 pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Oktober mendatang.

Malaysia sebagai ketua ASEAN tahun ini turut mendukung keanggotaan penuh Timor Leste.  

Dukungan dari Kuala Lumpur ini dipertegas dalam pertemuan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pekan lalu.

"Kami sepakat untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral di sektor-sektor utama, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan tinggi, kesehatan, dan pariwisata," kata Gusmao.  

Khoo Ying Hooi, profesor hubungan internasional dan hak asasi manusia di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, mengatakan bahwa Timor Leste sedang berupaya menarik investor asing.

"Kunjungan Anwar Ibrahim untuk pertama kalinya sangat signifikan,” ujar Ying Hooi kepada DW.  

"Menjelang penerimaan keanggotaan ASEAN, sebelum pengumuman resmi oleh Malaysia sebagai ketua, sudah ada para pebisnis dari kawasan yang datang untuk melihat peluang apa yang bisa dilakukan di Timor Leste, serta usaha dan investasi apa yang bisa masuk,” tambahnya.

Namun keanggotaan Timor Leste di ASEAN turut memicu kekhawatiran di dalam negeri. "Saya melihat ada perasaan campur aduk dari masyarakat Timor Leste," kata Khoo Ying Hooi.  

"Sebagian masih skeptis tentang apa yang bisa diberikan ASEAN kepada mereka. Dari sudut pandang orang Timor ada harapan tinggi bahwa ASEAN benar-benar bisa menyediakan lapangan kerja dan membuka semua peluang. Tetapi itu tidak semudah kelihatannya," tambahnya.

Timor Leste memiliki populasi sekitar 1,3 juta jiwa dan digolongkan sebagai ekonomi berpendapatan menengah ke bawah, yang terkecil di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved