Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

Kota Kupang Terkini

SMA Katolik Giovanni Kupang Rayakan 100 Persen Kelulusan Tanpa Euforia

Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, sekolah ini kembali menorehkan capaian membanggakan dengan 100 persen kelulusan bagi 340 siswa kelas XII

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/YUAN LULAN
Pengumuman kelulusan SMA Katolik Giovanni Kupang 2025/2026. SMA Katolik Giovanni Kupang menghadirkan pendekatan berbeda: tenang, terarah, dan sarat makna. Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, sekolah ini kembali menorehkan capaian membanggakan dengan 100 persen kelulusan bagi 340 siswa kelas XII Angkatan ke-61. 

Ringkasan Berita:
  • SMA Katolik Giovanni Kupang menghadirkan pendekatan berbeda: tenang, terarah, dan sarat makna
  • Pada tahun pelajaran 2025/2026, sekolah ini kembali menorehkan capaian membanggakan dengan 100 persen kelulusan bagi 340 siswa kelas XII angkatan ke-61

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Di tengah budaya kelulusan yang kerap diwarnai euforia, SMA Katolik Giovanni Kupang menghadirkan pendekatan berbeda: tenang, terarah, dan sarat makna.

Pada tahun pelajaran 2025/2026, sekolah ini kembali menorehkan capaian membanggakan dengan 100 persen kelulusan bagi 340 siswa kelas XII angkatan ke-61.

Momentum kelulusan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan penegasan dari proses panjang yang dirancang secara sistematis dan dijalankan dengan disiplin tinggi—sebuah “sistem senyap” yang bekerja konsisten di balik layar.

Pengumuman kelulusan yang dirangkaikan dengan kegiatan pelepasan dan penganugerahan medali alumni berlangsung di Aula SMA Katolik Giovanni Kupang lantai 3 dalam suasana khidmat dan penuh refleksi.

Kegiatan ini dihadiri orang tua/wali siswa, Sekretaris Yayasan Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang Romo RD Guido Umbu Yami, Pr., Ketua Komite Sekolah Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si, Kepala Sekolah Romo Drs. Stefanus Mau, Pr., para wakil kepala sekolah, guru, pegawai, serta seluruh siswa kelas XII.

Kepala Sekolah, Romo Stefanus Mau, Pr., menegaskan kelulusan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pembinaan yang utuh.

Baca juga: 38 Siswa SMK Negeri Pantai Baru Dinyatakan Lulus, Empat Terbaik Catat Prestasi Gemilang

Kelulusan menjadi penanda selesainya perjalanan tiga tahun yang ditempuh dengan disiplin dan kesungguhan, sekaligus pintu masuk menuju tantangan yang lebih besar, baik ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun jalur pengabdian lainnya.

“Sekolah tidak sekadar melepas, tetapi mengutus para lulusan sebagai representasi nilai-nilai yang telah dibentuk,” ujarnya (6/5/2026).

Keberhasilan kelulusan 100 persen ini lahir dari ritme pembinaan yang terukur, mulai dari kedisiplinan harian, pola belajar terstruktur, hingga evaluasi berlapis yang mendorong peningkatan kualitas.

Prestasi, menurut pihak sekolah, bukan hasil instan, melainkan buah dari konsistensi, ketekunan, dan daya juang yang terus dipupuk.

Budaya tanpa euforia menjadi ciri khas yang membedakan. Tidak ada konvoi, coret-coret seragam, maupun selebrasi berlebihan. Prinsip yang dipegang sederhana namun tegas: “Lulus itu biasa.

Tidak lulus, itu baru luar biasa.” Penegasan ini menempatkan proses sebagai nilai utama, bukan perayaan sesaat.

Kualitas sistem pendidikan juga tercermin dari capaian individu, di mana sepuluh siswa dengan nilai tertinggi menjadi bukti konkret keberhasilan pembinaan yang konsisten.

Mereka dinilai sebagai representasi kultur pendidikan yang menjunjung tinggi disiplin dan komitmen terhadap proses.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved