Kota Kupang Terkini

Zaitun Green Day Digelar GMIT Bukit Zaitun Sikumana: Ajak Jemaat dan Pelajar Rawat Lingkungan

program ini lahir dari kesadaran bahwa kerusakan lingkungan semakin meningkat akibat gaya hidup konsumtif dan rendahnya kepedulian kebersihan. 

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ YUAN LULAN
Ketua majelis Jemaat GMIT Bukit Zaitun Sikumana, Pdt. Boy Neppa sedang menanam anakan pohon di lingkungan sekitar sekolah SD Negeri Sikumana 2, dalam kegiatan Zaitun Green Day: Jaga Lingkungan, Jaga Kehidupan pada Sabtu (29/11/2024) 

Ringkasan Berita:
  • Jemaat GMIT Bukit Zaitun Sikumana menggelar aksi bersih sampah hingga penanaman anakan produktif
  • Program bertajuk Zaitun Green Day ini menegaskan komitmen gereja untuk menjaga lingkungan
  • Kegiatan ini diharapkan memantik kesadaran generasi muda dan kesediaan hati untuk mencintai lingkungan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Jemaat GMIT Bukit Zaitun Sikumana menggelar kegiatan bertajuk Zaitun Green Day: Jaga Lingkungan, Jaga Kehidupan, Sabtu (29/11/2024).

Kegiatan ini digelar sebagai wujud komitmen gereja dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan berlangsung sejak pukul 06.00 WITA dan melibatkan jemaat, guru, dan sekitar 150 murid SD Inpres Sikumana 2.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Bukit Zaitun Sikumana, Pdt. Boy Neppa mengatakan, program ini lahir dari kesadaran bahwa kerusakan lingkungan semakin meningkat akibat gaya hidup konsumtif dan rendahnya kepedulian terhadap kebersihan

Melalui aksi nyata seperti jalan santai sambil pungut sampah, penanaman anakan produktif, senam bersama, hingga konsumsi tanpa plastik, gereja ingin menegaskan menjaga lingkungan bukan hanya tugas sosial, tetapi juga bagian dari kesaksian iman.

“Kalau kita gereja terlibat dalam isu kebersihan dan pelestarian lingkungan, ini bukan semata-mata tindakan sosial. Kami menganggap ini tindakan iman karena Tuhan menciptakan alam semesta dan mempercayakan kepada kita untuk merawatnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan gereja mengajar jemaat melalui dua cara yakni pemberitaan Firman dan aksi nyata.

"Setiap minggu kita merefleksikan firman Tuhan tentang panggilan hidup di tengah lingkungan. Hari ini kita wujudkan lewat jalan santai dan pungut sampah plastik—karena sampah plastik adalah ancaman bagi lingkungan,” jelasnya.

Soal makna kegiatan, Pdt. Boy menegaskan aksi kecil memiliki dampak besar bagi kehidupan.

“Langkah-langkah kecil tapi nyata ini adalah cara kita memelihara alam sebagai buah dari ciptaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini memantik kesadaran generasi muda dan kesediaan hati untuk mencintai lingkungan.

“Harapan kami, anak-anak, remaja, dan pemuda makin punya kesediaan hati mencintai lingkungan. Kalau kita pungut sampah hari ini, maka kita juga terpanggil untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Pdt. Boy juga mengapresiasi tingginya antusiasme jemaat dan pihak sekolah meskipun kegiatan ini baru digelar pertama kali.

Baca juga: Wagub NTT Apresiasi Jemaat GMIT Haumeni Nisum Kembangkan Ekonomi Melalui Pertanian Hortikultura

“Ini pertama kali dilakukan, dan animo jemaat maupun sekolah luar biasa. Tahun depan kita akan buat lagi dengan nilai yang lebih berbobot,” katanya.

Calon vikaris Linda Udju menyampaikan, Zaitun Green Day merupakan bentuk perayaan bulan lingkungan hidup GMIT yang tidak hanya berhenti pada mendengar firman, tetapi diwujudkan dalam tindakan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved