Minggu, 19 April 2026

Bank Indonesia  Ajak Milenial Pakai QRIS

semua pihak untuk terlibat dalam melakukan pembayaran/transaksi secara non tunai.

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tangkapan layar Talkshow Semarak QRIS NTT hari ketiga, Sabtu 8 Mei 2021 dengan tema Milenial Sonde Pake QRIS Sonde Eksis. 

Bank Indonesia  Ajak Milenial Pakai QRIS

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Bank Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menyadari pentingnya digitalisasi. Melalui kegiatan Semarak yang berlangsung hingga Juni 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) mengajak semua pihak untuk terlibat dalam melakukan pembayaran/transaksi secara non tunai. Salah satu generasi yang tak luput dalam ajak BI adalah generasi milenial.

Dalam Talkshow Semarak QRIS NTT hari ketiga, Sabtu 8 Mei 2021 dengan tema Milenial Sonde Pake QRIS Sonde Eksis, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Daniel Agus Prasetyo menyebut, teknologi dan digitalisasi yang berkembang di era ini membuat BI sebagai otoritas ikut terlibat didalamnya.

Salah satunya melakukan pengembangan sistem pembayaran jadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Salah satunya adalah QRIS sebagai suatu standar pembayaran.

Baca juga: Dorong Digitalisasi, Bank Indonesia Gelar Semarak QRIS NTT

"Manfaatnya sangat banyak. Pastinya QRIS menciptakan efisiensi ekonomi. Karena QRIS itu cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Jadi akan ciptakan banyak peluang untuk UMKM dan jasa menggunakan sistem pembayaran ini. Nantinya akan mendorong perekonomian dan masyarakat bisa terbantu," jelas Daniel dalam acara yang disiarkan secara virtual tersebut.

Kegiatan Semarak QRIS NTT hari pertama diawali dengan meluncurkan Komunitas QRIS di Kota Kupang dan Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis 6 Mei 2021 pagi.
Kegiatan Semarak QRIS NTT hari pertama diawali dengan meluncurkan Komunitas QRIS di Kota Kupang dan Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis 6 Mei 2021 pagi. (POS KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Daniel menilai bahwa mahasiswa penting mengikuti perkembangan digitalisasi. Peluang QRIS bisa dimanfaatkan dimanapun baik untuk pembayaran atau memiliki usaha. Dengan demikian, akan ada komunitas digital untuk mahasiswa yang bisa menjadi tulang punggung digitalisasi ekonomi.

"Ini salah satu kunci mendorong pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya.

Tentunya QRIS juga melakukan berbagai inovasi. Kini, QRIS sedang dikembangkan agar nantinya bisa digunakan untuk melakukan tarik tunai dan setor.

Baca juga: BI Luncurkan Semarak QRIS NTT

Pada kesempatan itu, hadir juga dua narasumber lain yakni pemilik Suka Roti, David Liudianto dan Principal Consultant and CEO ZAP Finance, Prita Ghozie. David bercerita, dia telah memiliki 14 cabang Suka Roti yang tersebar di seluruh NTT.  Kunci pengembangan Suka Roti, kata David, adalah berani mengambil risiko, konsisten dengan kualitas, dan kontrol kualitas. Dan dari 14 cabang miliknya, beberapa telah menerima pembayaran secara non tunai menggunakan QRIS.

"Dengan semua yang serba digital, kita promosi bisnis jadi lebih gampang. Hadirnya QRIS juga lebih gampang, tidak perlu bawa dompet, tapi pakai handphone," ungkap David.

Sementara itu, Prita Ghozie juga menjelaskan tentang pentingnya pengelolaan keuangan bagi mahasiswa dan generasi milenial.

Kegiatan Semarak QRIS NTT hari pertama diawali dengan meluncurkan Komunitas QRIS di Kota Kupang dan Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis 6 Mei 2021 pagi.
Kegiatan Semarak QRIS NTT hari pertama diawali dengan meluncurkan Komunitas QRIS di Kota Kupang dan Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis 6 Mei 2021 pagi. (POS KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Adapun ZAP Finance merupakan perusahaan konsultan keuangan dengan fokus membantu pemerintah meningkatkan literasi keuangan di Indonesia. Tentu saja dia menilai, kebutuhan manusia dan perubahan zaman membuat masyarakat harus melakukan pengelolaan keuangan dengan lebih baik.

"Di zaman digital, mahasiswa harus manfaatkan teknologi yang ada. Keuntungan digitalisasi, tidak repot catat. Untuk fungsi pemasukannya, ada tiga dompet untuk living, saving, playing. Nah QRIS hadir untuk fungsi pengeluarannya," jelas Prita.

Baca juga: BI dan BRI Launching Portal QRIS NTT Maju dan Web Pasar BRI

Adapun jumlah merchant QRIS di NTT telah mencapai 34.343 merchant. Secara nasional, ada target 12 juta merchant. Oleh karena itu, perlu ada peningkatan merchant QRIS di NTT.

Dalam acara hari terakhir itu, BI juga mengumumkan pemenang lomba Jingle QRIS, lomba Video Edukasi QRIS, dan lomba Artikel. Pemenang lomba Jingle QRIS diantaranya Yanuarous Faustus Leu sebagai Juara I, Franklyn Alexandra sebagai Juara II, dan Jessica Taneke sebagai Juara III. 

Kegiatan Semarak QRIS NTT hari pertama diawali dengan meluncurkan Komunitas QRIS di Kota Kupang dan Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis 6 Mei 2021 pagi.
Kegiatan Semarak QRIS NTT hari pertama diawali dengan meluncurkan Komunitas QRIS di Kota Kupang dan Talkshow Wanita dengan tema Panen Rupiah ala Kartini Zaman Now, Kamis 6 Mei 2021 pagi. (POS KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Selanjutnya, para pemenang lomba Video Edukasi QRIS dimulai dari Juara I sampai III yaitu Ahmad Prayoga, Mustafa Bisri, dan Cindy Yap.

Berikutnya, para pemenang lomba Artikel QRIS dimulai dari Juara I hingga III yaitu Ferdianus Gato Ma, Angly M Sae, dan Farhan Anggori. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved