Breaking News:

BI Luncurkan Semarak QRIS NTT

Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital menuntut otoritas kebijakanBank Indonesia (BI) berinovasi

POS-KUPANG.COM/INTAN NUKA
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Hery Catur Wibowo saat membuka Semarak QRIS di Hypermart Lippo Plaza Kupang, Jumat (30/4/2021) siang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Transformasi digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan, perusahaan berinteraksi, dan konsumen mendapatkan layanan informasi dan barang. Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital menuntut otoritas kebijakan, salah satunya Bank Indonesia (BI) untuk berinovasi merespon kondisi itu.

BI pun mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

"Langkah tersebut antara lain mendorong akseleras digitalisasi keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS)," kata Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Hery Catur Wibowo dalam sambutannya pada acara Semarak QRIS NTT di Hypermart Lippo Plaza Kupang, Jumat (30/4/2021) siang.

Semarak QRIS NTT merupakan salah satu rangkaian kegiatan lanjutan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 yang telah dilakukan pada tanggal 5-8 April 2021 atas hasil sinergi BI dan Kementeria Koordinator Bidang Perekonomian.

Baca juga: Sat Narkoba Polres Manggarai Ungkap 2 Pelaku Narkotika Jenis Sintetis Seberat 10,46 gram

Baca juga: Ipda Handi Wungublolong, Eks Frater Ritapiret yang Jadi Perwira di Mabes Polri

QRIS sendiri merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari BI untuk memudahkan proses transaksi. QRIS membuat transaksi menjadi lebih cepat dan terjaga keamanannya. QRIS bukanlah aplikasi baru, tapi sebuah standar nasional QR Code yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR. Dengan QRIS, transaksi bisa dilakukan meski berbeda-beda PJSP.

Semarak QRIS NTT yang berlangsung pada bulan Mei hingga Juni 2021 ini tentu saja bertujuan untuk mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai di NTT khususnya pembayaran menggunakan QRIS, serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Rangkaian kegiatannta antara lain kampanye/publikasi, edukasi/talkshow, dan promo experience penggunaan QRIS.

Hery menyebut, BI dan PJSP bekerja sama untuk meningkatkan akseptansi QRIS serta memperluas ekosistem pembayaran non tunai di NTT. Adapun jumlah merchant di NTT yang telah menggunakan QRIS per 23 April 2021 sebanyak 34.343 merchant, meningkat 10,45 persen dari awal tahun 2021 sebanyak 31.095 merchant.

Baca juga: Ini Data Jumlah Kasus Impor Malaria dan Sebarannya di Manggarai Tahun 2020/2021

Baca juga: Pemkab Manggarai Timur Terima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI, Komentar Bupati Agas

BI yakin Semarak QRIS NTT ini akan mendorong percepatan kebangkitan ekonomi NTT serta perluasan implementasi penggunaan QRIS. Semarak QRIS NTT juga mendorong digitalisasi dan inklusi keuangan khususnya bagi perempuan, milenial, dan UMKM.

Untuk meningkatkan digitalisasi, BI akan terus mendorong UMK melakukan transformasi proses bisnis yang mendukung terciptanya ekosistem UMKM digital. BI telah fasilitasi UMKM terhubung dalam platform pemasaran digital serta platform transaksi pembayaran digitak, yakni pemanfaatan QRIS dalam transaksi UMKM.

"Ayo bertransaksi non tunai dengan QRIS; alternatif pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal," ajak Hery diakhir sambutannya.

Halaman
12
Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved