Opini
Opini: TABOLA BALE, Sekenanya
Justru di sisi inilah yang juga mau disentuh oleh irama musik genre lokal. Ada aspek keramaian. Kolosalitas. Kita lihat di acara Agustusan.
Oleh: Wilfrid Babun
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lagu ini menjadi hits. Meledak.
Tambah meletus secara nasional lantaran Presiden harus goyang-goyang saat dinyanyikan di acara Agustusan.
Sejak saat itu, lagu ini sudah menasional. Tidak di panggung stand up comedy. Dari Jakarta sampai di tanah Merapu.
Galatama Tambolaka Sumba Barat Daya malam (Senin, 15 September) tumpah ruah lautan manusia. Tabola bale seakan bikin Galatama terbalik balik oleh ribuan massa.
Hari-hari ini, acara pesta hilang geregetnya bila tidak mendentum Tabola bale. Di Bajawa, sambil minum moke di sfere dingin, ayo kita goyang dg sentakan lagu racikan irama rab,hip -hop. Dingin langsung minggat.
Tabola bale memang bisa bikin suasana beda. Ada suka ria.
Justru di sisi inilah yang juga mau disentuh oleh irama musik genre lokal. Ada aspek keramaian. Kolosalitas. Kita lihat di acara Agustusan.
Baca juga: Opini Wilfrid Babun SVD: Salam Literasi
Panggung geger. Apalagi Presiden Prabowo dengan gayanya yang terasa menggoda. Hehe (harap ini salah).
Fakta gembira dibalut dalam kemasan estetika musik memang salah satu ciri khas banyak lagu daerah. Ngadha itu kental sekali dengan tarian ja'i. Oi, ja'i juga sudah mewabah ke seluruh Nusantara.
Teman saya misionaris studen di Roma terlihat jadi komandan turun ja'i ria. Asyiiik. Maka, tidak heran kalau aspek meriah, ramai, persaudaraan dikemas di banyak dan kebanyakan lagu daerah kita. Ada aspek estetis dipadu dg perayaan familiaritas.
Maka, ketika Tabola bale dinyanyikan sendiri oleh penggubahnya, seperti di Tambolaka SBd, nilai kebersamaan itu juga ingin ditampilkan. Kita di satu rumah yang satu dan sama bersaudara.
Persaudaraan nir sekat. Itulah Indonesia Raya! Itulah Sumba Barat Daya.
Ada yang elok dari statement penggubahnya. Beliau mengutip satu ungkapan bahasa Latin: qui bene cantat bis orat.
Yang nyanyi baik, itu identik doa dua kali! Itu diambil dari tradisi Katolik. Apakah Tabola bale itu juga doa?
Apakah kegalauan hati seorang muda lihat nona rambut mera-mera bikin hati Tabola bale, itu juga satu ekspresi di satu level sederhana doa? Atau ketika kebayang lincah jalan si dia, bikin malam Tabola bale bisa jadi cikal bakal lahirnya sebuah doa yang khusuk?
Dan ...ataukah karena banyak dari kita sudah Tabola bale..sehingga perlu disadari bersama dan harus didoakan bersama-sama. Artinya jangan Tabola bali ( dibaca: bolak-balik, tidak konsisten), dalam banyak segi kehidupan? Dan momentumnya di Agustusan dan juga di Galatama Sumba Barat Daya NTT.?
Tidak cukup lama kita bernyanyi Tabola bale di Jakarta, e tersiar berita..
" Ada OTT KPK". Dan tidak main-main. Yang kena OTT, itu siapa?
Tabola bale, bikin kita sonde bisa tidur aman di rumah kita bersama.
Maka, marilah kita berdoa.
Amin. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Wilfrid-Babun.jpg)