Kamis, 23 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 5 Mei 2025, "Mencari Yesus”

Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 6:8-15 dan bacaan Injil dari Yohanes 6:22-29 mengajak kita untuk merenungkan bagaimana dan mengapa kita mencari

Editor: Eflin Rote
Foto Pribadi
Bruder Pio Hayon SVD 

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Senin Pekan Paskah III
Senin,  5  Mei  2025
Bacaan I: Kis. 6: 8-15
Injil:  Yoh. 6: 22-29

"Mencari Yesus

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Mencari adalah sebuah gerakan keluar dari diri kepada sesuatu yang lain di luar diri. Maka ketika kita mencari Yesus itu berarti kita bergerak keluar dari diri kita untuk menemukan Yesus

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita diingatkan tentang motivasi di balik pencarian kita akan Yesus. Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 6:8-15 dan bacaan Injil dari Yohanes 6:22-29 mengajak kita untuk merenungkan bagaimana dan mengapa kita mencari Yesus dalam hidup kita. 

Dari kisah dalam bacaan I: Kisah Para Rasul 6:8-15, kita diperkenalkan kepada Stefanus, seorang diaken yang penuh dengan iman dan kuasa.

Ia melakukan banyak mukjizat dan tanda-tanda di tengah rakyat. Namun, keberaniannya dalam memberitakan Injil dan melakukan mukjizat menarik perhatian para pemimpin agama yang merasa terancam. Mereka kemudian memfitnah Stefanus dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

Di sini, kita melihat bahwa pencarian akan Yesus tidak selalu diterima dengan baik oleh semua orang. Pencarian ini sering kali membawa konsekuensi, bahkan penganiayaan bagi mereka yang berani bersaksi tentang iman mereka.

Dan dari bacaan Injil: Yohanes 6:22-29, kita melihat bagaimana orang banyak mencari Yesus setelah Ia memberi makan lima ribu orang.

Mereka datang kepada-Nya bukan karena mereka memahami siapa Dia, tetapi karena mereka ingin mendapatkan makanan yang memuaskan kebutuhan fisik mereka.

Yesus menegaskan bahwa mereka mencari-Nya bukan karena tanda-tanda yang menunjukkan identitas-Nya, tetapi karena mereka telah kenyang dengan roti yang diberikan-Nya.

Ia mengajak mereka untuk mencari makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang hanya dapat diberikan oleh Anak Manusia. 

Permenungan kita sebagai hasil refleksi dari bacaan-bacaan yang ada memberikan point-point penting ini:
Motivasi Pencarian: Kita perlu merenungkan motivasi kita dalam mencari Yesus.

Apakah kita datang kepada-Nya hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi kita, ataukah kita mencari-Nya karena kita ingin mengenal-Nya lebih dalam dan mengalami kasih-Nya yang kekal? Makanan yang Kekal: Yesus mengingatkan kita bahwa ada makanan yang lebih penting daripada roti fisik, yaitu iman dan hubungan kita dengan-Nya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved