Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 5 Mei 2025, "Mencari Yesus”
Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 6:8-15 dan bacaan Injil dari Yohanes 6:22-29 mengajak kita untuk merenungkan bagaimana dan mengapa kita mencari
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Senin Pekan Paskah III
Senin, 5 Mei 2025
Bacaan I: Kis. 6: 8-15
Injil: Yoh. 6: 22-29
"Mencari Yesus”
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Mencari adalah sebuah gerakan keluar dari diri kepada sesuatu yang lain di luar diri. Maka ketika kita mencari Yesus itu berarti kita bergerak keluar dari diri kita untuk menemukan Yesus.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan hari ini, kita diingatkan tentang motivasi di balik pencarian kita akan Yesus. Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 6:8-15 dan bacaan Injil dari Yohanes 6:22-29 mengajak kita untuk merenungkan bagaimana dan mengapa kita mencari Yesus dalam hidup kita.
Dari kisah dalam bacaan I: Kisah Para Rasul 6:8-15, kita diperkenalkan kepada Stefanus, seorang diaken yang penuh dengan iman dan kuasa.
Ia melakukan banyak mukjizat dan tanda-tanda di tengah rakyat. Namun, keberaniannya dalam memberitakan Injil dan melakukan mukjizat menarik perhatian para pemimpin agama yang merasa terancam. Mereka kemudian memfitnah Stefanus dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.
Di sini, kita melihat bahwa pencarian akan Yesus tidak selalu diterima dengan baik oleh semua orang. Pencarian ini sering kali membawa konsekuensi, bahkan penganiayaan bagi mereka yang berani bersaksi tentang iman mereka.
Dan dari bacaan Injil: Yohanes 6:22-29, kita melihat bagaimana orang banyak mencari Yesus setelah Ia memberi makan lima ribu orang.
Mereka datang kepada-Nya bukan karena mereka memahami siapa Dia, tetapi karena mereka ingin mendapatkan makanan yang memuaskan kebutuhan fisik mereka.
Yesus menegaskan bahwa mereka mencari-Nya bukan karena tanda-tanda yang menunjukkan identitas-Nya, tetapi karena mereka telah kenyang dengan roti yang diberikan-Nya.
Ia mengajak mereka untuk mencari makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang hanya dapat diberikan oleh Anak Manusia.
Permenungan kita sebagai hasil refleksi dari bacaan-bacaan yang ada memberikan point-point penting ini:
Motivasi Pencarian: Kita perlu merenungkan motivasi kita dalam mencari Yesus.
Apakah kita datang kepada-Nya hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi kita, ataukah kita mencari-Nya karena kita ingin mengenal-Nya lebih dalam dan mengalami kasih-Nya yang kekal? Makanan yang Kekal: Yesus mengingatkan kita bahwa ada makanan yang lebih penting daripada roti fisik, yaitu iman dan hubungan kita dengan-Nya.
| Renungan Harian Katolik Selasa 21 April 2026, "Dunia Merana Kebutuhan Spiritual" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 21 April 2026, "Yesus Roti Kehidupan Sejati" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 21 April 2026, "Akulah Roti Hidup" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Menabung Kebaikan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Hendaklah Kamu Percaya" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon_0104.jpg)