Kamis, 9 April 2026

Malaka Terkini

Perencanaan Pembangunan di Malaka  Barat  Harus Berbasis Bencana

Karena itu kata Camat  Remi, penanganan atas tanggul-tanggul penahan banjir harus menjadi fokus perhatian agar aktivitas warga menjadi lancar.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
MALAKA - Camat Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT), Remigius Bria Seran, S.H., A.Kp 

POS-KUPANG.COM, BETUN --  Camat Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT), Remigius Bria Seran, S.H., A.Kp, menyebut,  perencanaan pembangunan di kecamatan itu harus   berbasis atau berpatok pada hal  kebencanaan.

Sebab wilayah  ini berada pada dataran yang rendah sehingga potensial menjadi langganan  banjir di tiap  musim hujan. 

Camat Remi, demikian panggilannya mengatakan hal ini saat dihubungi POS-KUPANG COM, Rabu, (5/2/2025).  

Lelaki kelahiran Desa Besikama, Malaka Barat, 25 Februari 1973 ini mengatakan,  bila manajemen berbasis bencana dilakukan dengan baik, maka program pemerintah akan berjalan dengan baik.

Karena itu kata Camat  Remi, penanganan atas tanggul-tanggul penahan banjir harus menjadi fokus perhatian agar aktivitas warga menjadi lancar.

Baca juga: Sungai Benenai Meluap, Pemerintah dan Warga Desa Motaain Malaka Barat Waspada

Di beberapa desa misalnya Oanmane dan Motaain tanggul penahan banjir belum dibuat sehingga banjir seakan  tak terkendali menggenangi desa-desa itu. Karena merupakan daerah aliran sungai (DAS) terlepas ada banjir atau tidak, wilayah itu selalu digenangi banjir. 

Menurut mantan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka ini, desa lain seperti Motahun dan Besikama perlu juga  dibangun saluran pembagi air supaya tak menimbulkan genangan banjir.

Di depan kantor Camat Malaka Barat dan  di area pusat Paroki Santo Yohanes Baptista Besikama saat ini terjadi genangan yang sungguh mengganggu aktivitas warga. 

Yang menjadi soal adalah pembangunan atau perbaikan tanggul itu menjadi kewenangan Balai Sungai Provinsi NTT sehingga butuh waktu yang lama untuk penanganan. 

Karena itu Camat Remi mengatakan perlu ada  dana tanggap darurat dari Pemda Malaka agar persoalan-persoalan di lapangan segera  ditangani.

Minimal kata dia, untuk penanganan emergency.  Jika menunggu dari Balai Sungai maka penanganan hal yang urgen  bisa terlambat dan warga akan  menjadi  korban.  

Baca juga: Kelompok Petani Milenial dari Desa Rainawe Malaka Hadirkan Produk Pana Koen 

Selama ini Camat Remi mengatakan,  belum ada intervensi anggaran dari Pemda Malaka.  

"Semoga pada masa kepemimpinan Pak Dokter  Stef Bria Seran  (bupati terpilih) ada penyertaan dana untuk penanggulangan banjir," katanya. Camat Remi menyebut di masa kepemimpinan periode pertama, Bupati Stef sangat memerhatikan DAS Benenain. Bahkan bupati yang satu ini berkantor di sekitar DAS untuk memantau langsung  perbaikan talang air atau    mengalihkan banjir jika volumenya sangat tinggi. 

Camat yang enerjik ini mengatakan,  selama ini ia  cuma menghimbau warga untuk selalu waspada jika terjadi hujan lebat. Bahkan jika di wilayah itu cuaca cerah, warga juga diingatkan untuk berhati-hati jika sesekali terjadi hujan di gunung yang kemudian terjadi  banjir kiriman ke dataran itu. 

Beberapa desa yang rawan banjir, kata Camat Remi, antara lain   Oanmare, Fafoe, Motaulun, Lasaen, Sikun, Motaain dan Rabasa. (pol)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved