Kasus Covid-19 di Belu Telan Tiga Nyawa Dalam Sepekan
Tiga hari setelanya, 15 Januari 2021, satu pasien Covid-19 yang adalah biarawati dikabarkan meninggal sekitar pukul 19.00 Wita.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Kasus Covid-19 di Belu Telan Tiga Nyawa Dalam Sepekan
POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Kasus Covid-19 di Kabupaten Belu telah menelan tiga nyawa dalam sepekan terhitung kasus pertama terjadi 8 Januari 2021.
Dalam catatan Pos Kupang. Com dan sesuai informasi yang diperoleh dari Gugus Tugas, pasien Covid-19 yang pertama meninggal terjadi Jumat (8/1/2021) sekitar pukul 18.00 Wita.
Empat hari kemudian atau 12 Januari 2021 sekitar pukul 22.00 Wita, kabar duka datang lagi. Satu pasien Covid-19 berjenis kelamin perempuan meninggal. Tiga hari setelanya, 15 Januari 2021, satu pasien Covid-19 yang adalah biarawati dikabarkan meninggal sekitar pukul 19.00 Wita.
Semua pasien meninggal di ruang isolasi RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua. Sesuai catatan waktu yang dihimpun Pos Kupang, semua pasien meninggal malam hari. Ketiga pasien yang meninggal itu dikuburkan secara protokol Covid-19 di Pekuburan Masmae, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat.
Data kasus meninggal akibat Covid-19 ini bukan untuk menakutkan masyarakat, bukan pula membuat masyarakat panik. Justru data ini sebagai informasi lengkap kepada masyarakat yang mungkin saja masih mengganggap Covid-19 biasa-biasa saja. Data pasien yang meninggal ini merupakan suatu fakta sekaligus memberikan warning bagi masyarakat agar patuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang dimaksud yakni, menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir setiap selesai beraktivitas.
Pemerintah Kabupaten Belu melalui Gugus Tugas gencar menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan karena protokol kesehatan merupakan salah satu senjata ampuh melawan Covid-19 yang sudah mulai meluas di Kabupaten Belu.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Jumat, 15 Januari 2021 pukul 15:00 Wita dirincikan, total terkonfirmasi 78 orang, 60 sembuh dan 18 dirawat. Penambahan 15 kasus terkonfirmasi hari ini tersebar Kecamatan Kota 4 orang (Isolasi Mandiri), Kecamatan Atambua Barat 8 orang (Isolasi Mandiri), Kecamatan Atambua Selatan 5 orang (Isolasi Mandiri) dan 1 orang dari Kabupaten TTU dilakukan isolasi di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.
Status Probable 4 orang tersebar di empat kecamatan yakni, Kecamatan Atambua Barat 1 orang, Kecamatan Atambua Selatan 1 orang, Atambua Kota 1 orang dan Tasifeto Barat 1 orang.
Total pelaku perjalanan 3.189 orang, selesai pemantauan 3.149 orang dan dalam pemantauan 40 orang.
Statua Suspek sebanyak 91, selesai pemantauan 84 orang dan dalam emantauan 7 orang yang tersebar di
Kecamatan Lasiolat 1 orang, Kecamatan Kota 2 orang, Kecamatan Atambua Barat 1 orang dan Kecamatan Atambua Selatan 3 orang.
Kontak Erat sebanyak 441 orang, selesai pemantauan 404 orang, dalam pemantauan 37 orang. Hari terdapat penambahan 16 orang Kontak Erat dengan Kasus Probable. Ke 37 orang Kontak Erat dalam pemantauan tersebar di Kecamatan Lamaknen 1 orang, Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang
Kecamatan Kota 5 orang, Kecamatan Atambua Barat 22 orang, Kecamatan Atambua Selatan 7 orang dan Kecamatan Tasifeto Barat 1 orang.
Baca juga: Bukan Hanya Yogurt, 2 Makanan Ini Bisa Menjaga Kesehatan Usus, Yuk Cari Tahu!
Baca juga: Cegah Covid, Misa Tatap Muka Hari Minggu dan Harian di Keuskupan Ruteng Ditiadakan,Lihat Tanggalnya
Baca juga: Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Belu Meningkat Terus, Ini Lokasi Sebarannya
Baca juga: Wakil Walikota : Meski Ada ASN Terpapar Covid-19, Pelayanan Pemerintah Kota Tak Tutup Total
Sampai hari ini total SWAB 730 dengan hasil 553 negatif, 78 positif, 79 Menunggu Hasil. Data ini hasil monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/belu-peta-covid.jpg)