Berita Kabupaten TTU Terkini
SMK Negeri 1 Kefamenanu Lepas 300 Lebih Siswanya Mengikuti PKL
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kefamenanu telah melepaskan 300 lebih siswanya untuk mengikuti kegiatan (PKL.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kefamenanu telah melepaskan 300 lebih siswanya untuk mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Kegiatan pelepasan yang wajib diikuti oleh para siswa SMK khusus kelas XI tersebut dilaksanakan di Halaman SMK Negeri 1 Kefamenanu pada, Selasa (8/1/2019).
Kepala SMK Negeri 1 Kefamenanu, Dra. Yohana Kapitan membenarkan hal itu kepada Pos Kupang ketika ditemui di ruang kerjannya pada, Selasa (8/1/2019).
• Kasdam IV Diponegoro : NTT Sudah Seperti Kampung Halaman Saya yang Kedua
Yohana mengatakan, pelepasan siswa untuk mengikuti kegiatan PKL dilakukan dalam rangka untuk memperkenalkan siswa terhadap dunia usaha dan dunia industri selama tiga sampai empat bulan kedepan.
"Hari ini kami melepaskan anak-anak untuk mengikuti kegiatan PKL. Maksudnya kami memperkenalkan mereka ke dunia usaha dan dunia industri karena anak SMK dilatih untuk berwirausaha," ungkapnya.
• Usai Sertijab di Denpasar, Danrem 161 Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman Disambut Natoni
Dijelaskannya, dalam kegiatan PKL siswa diberikan kesempatan untuk mengetahui sendiri tentang dunia usaha sehingga ketika siswa menamatkan pendidikan tidak ada kendala yang dihadapi di dunia kerja nanti.
"Sehingga mereka tahu sendiri suka suka di dunia kerja. Karena di dunia kerja tidak selalu berjalan mulus. Selalu ada suka dan dukanya serta tantangan yang mereka hadapi," katanya.
Berkaitan dengan lokasi PKL, jelas Yohana, pihaknya masih memilih lokasi yang berada di wilayah Provinsi NTT khususnya di Pulau Timor seperti Kupang, Soe, Kefa, Atambua, dengan Malaka.
"Nantinya para siswa itu dinilai oleh mitra kami yakni dunia industri dan dunia usaha. Jadi mereka yang memberikan penilaian kepada anak-anak kami," jelasnya.
Namun, jelas Yohana, para guru juga melakukan monitoring kepada para siswa yang telah melakukan PKL ditempatnya masing-masing selama tiga kali untuk mengetahui apakah ada siswa yang bermasalah dan meninggalkan PKL tersebut.
Ditambahkan, sebagian siswanya juga nantinya akan di dibagi ke dalam dunia kegiatan PKL dalam dunia perkantoran. Namun yang lebih banyak di dunia usaha dan dunia industri.
"Tapi memang proporsinya lebih banyak untuk mengikuti kegiatan di dunia usaha dan dunia industri. Karena memang tuntutannya seperti itu. Bahwa anak-anak harus dilatih untuk berwirausaha," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/smk-negeri-1-kefamenanu-lepas-300-lebih-siswanya-mengikuti-pkl.jpg)