Liputan Khusus
PLTS Oelpuah Hanya Suplai Daya Listrik Pada Siang Hari
Karena tergantung pada pencahayaan sinar matahari, menurut Safkaur, besarnya daya listrik
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Secara operasional, teknologi PLTS Oelpuah menggunakan sistem kerja on grid. Artinya, sinar matahari yang diserap langsung diubah menjadi daya listrik lalu disalurkan ke jaringan listrik PLN dengan sistem inter-koneksi. Karena itu PLTS Oelpuah hanya suplai daya listrik kepada PT. PLN pada siang hari.
Demikian General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/1/2016). Menurut Safkaur, karena menggunakan sistem kerja on grid maka produksi daya listrik PLTS Oelpuah sangat tergantung pada pencahayaan sinar matahari.
Karena tergantung pada pencahayaan sinar matahari, menurut Safkaur, besarnya daya listrik yang dihasilkan dan disuplai ke PLN tidak maksimal ketika terjadi mendung atau saat musim hujan tiba. Tingkat produksi daya listrik PLTS Oelpuah yang disuplai ke PLN bisa turun naik.
"Sejak mulai beroperasi tanggal 8 Desember 2015, suplai daya listrik dari PLTS Oelpuah sempat naik sampai 4 mega watt (MW) tetapi pernah turun sampai 300 kilo watt (KW) saja. Karena saat ini kita lagi musim hujan. Kalau musim kemarau suplai daya listrik ke PLN bisa mencapai maksimal. Sesuai desain output daya listrik maksimal dari PLTS Oelpuah memang mencapai 5 MW tetapi dalam kenyataannya bisa saja di bawah 5 MW," kata Safkaur.
"Dari sisi keterjangkauan pelayanan, daya listrik yang dihasilkan PLTS Oelpuah sudah interkoneksi dengan sistem jaringan listrik PLN. Jangkauannya tergantung sampai di mana jaringan listrik PLN yang terkoneksi tersebut memberi pelayanan pada pelanggan. Karena arus listrik sudah terkoneksi dengan daya listrik yang disuplai pembangkit listrik PLN yang lain seperti PLTD dan PLTU," jelas Safkaur.
Safkaur menjelaskan, sesungguhnya berapapun suplai daya listrik dari PLTS Oelpuah tidak berpengaruh pada pelayanan listrik bagi warga di sekitar lokasi PLTS tersebut. Meskipun pada malam hari PLTS Oelpuah tidak mensuplai daya listrik ke PLN tetapi listrik di Oelpuah tetap menyala.
"Cuma kalau pakai suplai daya listrik dari PLTS Oelpuah, kita mesti hati-hati. Karena bisa saja tiba-tiba listriknya padam kalau pencahayaan matahari di PLTS Oelpuah berkurang atau ada mendung dan hujan," tuturnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, kata Safkaur, PLN memiliki alat pengendalian sistem di Kuanino, Kota Kupang. Pada alat tersebut dicatat atau direkam besarnya suplai daya listrik dari masing-masing pembangkit listrik PLN termasuk dari PLTS Oelpuah. Agar besarnya ketersediaan daya listrik yang dialirkan ke rumah pelanggan tidak naik turun, PLN mengatur besarnya suplai daya ke jaringan.
"Menyangkut permintaan warga Oelpuah agar mendapat perhatian karena pembangunan PLTS di wilayah mereka, hal itu wajar saja. Tapi kalau menyangkut CSR, karena PLTS Oelpuah dikelola PT LEN Industri maka tentu akan menjadi perhatian PT. LEN. Untuk masyarakat Oelpuah juga sudah ada jaringan listrik PLN di sana," kata Safkaur.
Safkaur menambahkan, program pemerintah membangun PLTS 35 ribu mega watt di seluruh Indonesia. Proses tender proyek PLTS oleh Kementrian ESDM melalui Dirjen Ketenagalistrikan. Khusus di NTT, kata Safkaur, ada sembilan lokasi PLTS (sollar cell) dengan kekuatan suplai daya listrik rata-rata 1,5 MW.
Dari sembilan lokasi tersebut, empat lokasi sudah proses tender dan dua di antaranya sudah tanda tangan power purchase agreement (PPA) atau perjanjian jual beli daya listrik termasuk di PLTS Oelpuah. Empat lokasi PLTS tersebut yakni Oelpuah, Sumba, Maumere dan Atambua. (mar)