Loka Sora Menggali dan Perkenalkan Budaya Sikka
SANGGAR Seni Loka Sora terpanggil menggali dan memperkenalkan budaya dan tradisi warisan leluhur nian tanah Sikka. Sanggar yang didirikan pada tanggal 18 April 1990 di Kupang atas prakarsa Kanisius Maruli bersama orangtua dan mahasiswa asal Maumere ini, sangat konsen terhadap seni budaya warisan leluhur tersebut. Sanggar ini bertekad melestarikan budaya dan adat istiadat nian tanah Sikka yang karena modernisasi perlahan pudar.
SANGGAR Seni Loka Sora terpanggil menggali dan memperkenalkan budaya dan tradisi warisan leluhur nian tanah Sikka. Sanggar yang didirikan pada tanggal 18 April 1990 di Kupang atas prakarsa Kanisius Maruli bersama orangtua dan mahasiswa asal Maumere ini, sangat konsen terhadap seni budaya warisan leluhur tersebut. Sanggar ini bertekad melestarikan budaya dan adat istiadat nian tanah Sikka yang karena modernisasi perlahan pudar.
Pada saat didirikan Loka Sora menjadi satu-satunya wadah bagi komunitas orang Maumere di Kupang untuk bertemu, berdiskusi, dan menjadi sarana yang bisa menyatukan. Paling tidak wadah ini sedikit mengobati kerinduan akan kampung halaman yang sudah lama ditinggalkan karena alasan pekerjaan, sekolah, dan lain sebagainya.
Sudah 20 tahun sanggar ini tetap eksis walaupun belum begitu menggema atau tenggelam oleh musik modern. Sanggar ini menghadirkan satu warna lain bagi orang Maumere di Kota Kupang dengan hentakan musik yang sangat hidup dan seperti memberikan satu kenangan akan daerah tercinta Maumere manise, dengan musik gong waningnya.
Perlahan tapi pasti. Bagi pendiri dan anggota sanggar ini, kepercayaan masyarakat adalah segala-galanya. Setiap even pentas, sanggar tersebut berupaya menampilkan beragama tarian, seperti hegong, leke sora, gawi alu dan tua reta lo'u. Khusus tua reta lo'u atau tarian mengintai musuh mendapat sambutan hangat setiap penonton.
Tu'a reta lo'u termasuk tarian unik karena menampilkan seorang panglima yang menari di atas sebatang bambu yang tingginya 5- 7 meter. Penarinya tidak semua bisa, hanya yang punya nyali dan trampil yang bisa mementaskan tarian tersebut.
Berkat keapikan menampilkan tarian-tarian tradisional Kabupaten Sikka, Loka Sora mendapat kepercayaan pada even penjemputan rombongan LEMHANAS di Lasiana Mei 1990, penerimaan tamu pertama Visit Indenosian Year di Bandara El Tari Kupang, 2 Januari 1991, mengikuti Festival Seni dan Budaya Lasiana I - VII, Kupang Expo tahun 1997 dan terlibat dalam program Seni Masuk Sekolah (program dari UPTD Taman Budaya Propinsi NTT) pada beberapa sekolah, antara lain SMP Negeri 5 tahun 2004 (juara III - lomba tari), SMA Negeri 7 tahun 2005 (juara I - lomba tari), SMP Negeri 1 tahun 2006 (juara I - lomba tari), SMA Negeri 6 tahun 2007 (Juara I - lomba tari), SDI Oepura 3 tahun 2008 (juara II - lomba tari), SMP Negeri 7 tahun 2009 (juara I - lomba tari), SMA Negeri 1 tahun 2010 (juara II - lomba tari),
Selain even seni, Sanggar Loka Sora juga mendapat kepercayaan mengisi acara pada kegiatan kerohanian seperti misa syukur Rm. Edy Lake tahun 1994, misa Minggu Palma di So'E tahun 1996, misa pesta emas Pater Dr. Herman Embuiru tahun 1999, misa syukur Rm. Sipri Senda di So'E tahun 2001, misa tahbisan dan syukur Rm. Philipus Philich, Pr tahun 2010
Tak hanya itu. Menu tarian dan upacara adat huler wair dan tung piong juga mendapat tambatan hati dari para politisi. Tahun 1997, sanggar ini mendapat kehormatan melakukan ritual penjemputan jurkam nasional Golkar (Dr. Haryanto Danutirto) di lapangan Merdeka., ritual penjemputan jurkam nasional Golkar (Murdiono) di GOR Flobamora Kupang tahun 1997, syukuran Walikota Kupang 1 Agustus 2007, Musyawarah Wilayah PKB NTT Pebruari tahun 2008, Pendaftaran paket FREN tahun 2008, Syukuran Pelantikan Bupati Sikka di Kupang tahun 2008 , acara keluarga dan melayani pesanan pesta keluarga di beberapa restoran dan hotel di Kota Kupang.
Sanggar Loka Sora memiliki jargon, "MAI ITA LOKA HAMA-HAMA, MAI SORA MOGA-MOGA".(gem)
(foto Kanisius Maruli, Ketua Sanggar Loka Sora)
Komposisi Badan Pengurus Periode 2010-2013 :
Pelindung : Lurah Maulafa
Penasehat :
1. Ny. Lusia Adinda Lebu Raya, S.Pd
2. Drs. Acry Deodatus, MA
3. Drs. Kristo Blasin
Pembina :
1. Drs. Bruno Kupok
2. Drs. Markus Alibrandi
3. Drs. Benyamin Mula Wodon
4. Ir. Oswaldus, M.Si
5. Drs. Stefanus Stanis, M.Si
6. Barthol Badar, SH.,MM
7. Geradus Manyela, S.Pd
8. Eldisius Angi, S.Pd
9. Leonardus Lelo, S.Ip
Ketua : Kanisius Maruli
Sekertaris : Yohanes Berchmans
Bendahara : Romanus Rotan
Koordinator
- Divisi Usaha Dana dan Keanggotaan : Egenius Epy Goleng
- Divisi Pendidikan dan Latihan : Firmus Per
- Divisi Humas dan Publikasi : Artensius Dosi
- Divisi Promosi dan Pemasaran : Fidelis Nogor
- Divisi Tata Rias dan Pementasan : Maria Goreti
- Divisi Perlengkapan : Eustakius Soru
- Divisi Keama nan dan Transportasi : Sabinus, Arkadius Mitak