Undana
Generasi Muda Jadi Kunci Kedaulatan Pangan dan Masa Depan Pertanian NTT
Menurut dia, perubahan iklim menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui inovasi, teknologi, dan penguatan kapasitas petani.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Undana menggelar Seminar Nasional 2026 bertema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan
- Generasi muda menjadi kunci kedaulatan pangan dan masa depan pertanian di NTT
- Seminar menghadirkan Akademisi Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, Praktisi Pangan Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., Ketua Yayasan Kaya Tene Zainudin Umar, serta Pemangku Adat Marthen Benyamin
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Generasi muda dinilai memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, peningkatan kebutuhan pangan, hingga tuntutan modernisasi pertanian.
Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional 2026 bertema “Menggali Potensi Pemuda dalam Menjaga Kedaulatan Pangan” yang berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana), Senin (15/6/2026).
Seminar menghadirkan Akademisi Prof. Dr. Ir. Doppy Roy Nendissa, MP., CRA., CRP., C.SEPRO, Praktisi Pangan Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., Ketua Yayasan Kaya Tene Zainudin Umar, serta Pemangku Adat Marthen Benyamin, S.Sos.
Ketua Yayasan Kaya Tene, Zainudin Umar, mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian dan menjadikannya sebagai bidang yang menjanjikan bagi masa depan.
Baca juga: Grand Opening RSU Undana, Rektor Minta Tak Ada Pasien Ditolak karena Administrasi
Menurut dia, masih banyak anak muda yang memandang pertanian sebagai pekerjaan yang kurang menarik. Padahal, sektor tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
“Masih banyak anak muda yang menganggap bertani sebagai pekerjaan kelas dua. Padahal pertanian memiliki nilai ekonomi yang besar,” katanya.
Berdasarkan pengalaman Yayasan Kaya Tene dalam mendampingi masyarakat di berbagai wilayah NTT, sektor pertanian mampu memberikan penghasilan yang layak apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya berorientasi pada pekerjaan formal, tetapi juga berani menjadi pelaku usaha pertanian yang inovatif.
Menurut Zainudin, peningkatan produktivitas pertanian membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dalam memperkuat akses petani terhadap sarana produksi seperti air, benih, pupuk, dan teknologi budidaya.
“Kami berusaha membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar petani memiliki akses yang lebih baik terhadap pengetahuan, teknologi, dan pengembangan usaha pertanian,” ujarnya.
Melalui program pendampingan masyarakat, Yayasan Kaya Tene mengembangkan sejumlah kebun percontohan yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi petani untuk meningkatkan kemampuan budidaya dan pengelolaan usaha tani.
Sementara itu, Prof. Doppy Roy Nendissa mengatakan pertanian merupakan profesi tertua di dunia sekaligus profesi yang akan tetap dibutuhkan pada masa depan.
Menurut dia, kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Namun, sektor pertanian juga menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan berkurangnya minat generasi muda untuk masuk ke sektor tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Seminar-Nasional-Undana.jpg)