NTT Terkini
Menanti Sejak 2018, Listrik PLN Segera Terangi 213 Rumah Tangga di Desa Waipaar Sikka
Guna memastikan pasokan listrik yang andal, PLN telah menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur yang matang di Desa Waipaar.
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Sebuah langkah nyata untuk merajut keadilan energi kembali ditunjukkan oleh PT PLN (Persero). Kali ini, secercah harapan baru hadir bagi ratusan warga di Desa Waipaar, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores, PLN menggelar sosialisasi rencana pembangunan jaringan listrik perdesaan (Lisdes) pada Selasa (09/06), sebagai penanda dimulainya era baru penerangan di desa tersebut.
Pertemuan yang berlangsung hangat di balai desa ini menjadi ruang diskusi, koordinasi, sekaligus wadah bertukar senyum bahagia antara petugas PLN, jajaran pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat setempat yang telah mendambakan hadirnya listrik sejak tahun 2018.
Merespons dimulainya tahapan ini, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa perjuangan melistriki desa-desa terpencil adalah prioritas utama PLN untuk menggerakkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Baca juga: PLN Flores Bagian Timur Asah Keandalan Petugas Yantek Demi Senyum Pelanggan
"Akses listrik yang merata adalah hak seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita di Desa Waipaar. Kami di PLN UIW NTT memandang bahwa setiap tiang listrik yang tertanam dan setiap meter kabel yang terbentang adalah simbol hadirnya negara. Harapan kami, begitu listrik menyala nanti, tidak hanya rumah warga yang terang, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mempermudah akses informasi, dan membantu anak-anak sekolah belajar dengan lebih optimal," ujar F Eko Sulistyono.
Guna memastikan pasokan listrik yang andal, PLN telah menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur yang matang di Desa Waipaar.
Peta pembangunan tersebut mencakup penarikan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 6,62 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 8,79 kms, serta penempatan 2 unit gardu distribusi berkapasitas total 100 kVA.
Infrastruktur ini nantinya siap menyalurkan energi kebaikan bagi 213 calon pelanggan rumah tangga serta 8 fasilitas umum, mulai dari sarana ibadah, sekolah, hingga pos pelayanan kesehatan desa.
Manager UP2K Flores, Reza Eka, menambahkan bahwa kelancaran pembangunan di medan lapangan sangat bergantung pada sinergi dan kerelaan masyarakat setempat.
"Membangun jaringan listrik di daerah perdesaan memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait geografis. Oleh karena itu, sosialisasi ini adalah ruang bagi kami untuk kulonuwun (memohon izin) dan meminta dukungan penuh warga. Kerja sama yang baik adalah kunci agar listrik bisa segera dinikmati tanpa hambatan," kata Reza.
Apresiasi mendalam dan rasa haru disampaikan oleh Pj. Kepala Desa Waipaar, Marianus Dare. Baginya, kehadiran tim PLN membawa angin segar bagi penantian panjang warganya yang sudah berlangsung selama delapan tahun.
"Kerinduan kami sejak tahun 2018 akhirnya menemui titik terang. Hari ini, masyarakat Waipaar merasa sangat bersyukur dan dihargai. Terima kasih kepada PLN UIW NTT dan UP2K Flores atas komitmennya nyata ini. Kami berkomitmen penuh untuk mengawal proses ini, termasuk membantu mengamankan jalur jaringan jika ada pohon atau lahan warga yang terdampak, demi kebaikan bersama," tegas Marianus disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Dengan semangat gotong royong yang tercipta antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan infrastruktur kelistrikan di Desa Waipaar diharapkan dapat berjalan tepat waktu.
Langkah ini menjadi bukti konsistensi PLN dalam menyalakan harapan, mengukir senyum di wajah masyarakat pelosok, dan mendorong kesejahteraan yang berkelanjutan di bumi Nusa Tenggara Timur. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Listrik-PLN-di-Sikka.jpg)