Kamis, 23 April 2026

Belu Terkini 

Kecelakaan Motor Picu Epilepsi, JKN Jadi Penyelamat di Saat Sulit

Program ini memberikan rasa tenang bagi peserta, karena berbagai jenis pelayanan kesehatan dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
EPILEPSI - Hasnatang (50), seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Belu yang kini harus berjuang melawan penyakit epilepsi pasca kecelakaan lalu lintas yang dialaminya. Jumat (28/11/2025). 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Program ini memberikan rasa tenang bagi peserta, karena berbagai jenis pelayanan kesehatan dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat hadirnya program ini adalah Hasnatang (50), seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Belu yang kini harus berjuang melawan penyakit epilepsi pasca kecelakaan lalu lintas yang dialaminya.

“Seingat saya dulu namanya PT Askes (Persero) tapi sekarang sudah berganti menjadi BPJS Kesehatan memang sudah lama saya terdaftar. Saya terdaftar dari tanggungan suami sejak dulu, sebagai seorang polisi jadi saya dan anak-anak sudah lama menjadi peserta JKN,” ungkapnya, Jumat (28/11/2025). 

Ibu empat anak ini mengungkapkan jika dirinya sudah sering mengakses pelayanan Kesehatan dengan memanfaatkan Program JKN baik bagi dirinya maupun anak-anaknya.

Baca juga: Program JKN Bantu Melina Sembuh dari Sakit Lambung

Musibah tersebut terjadi ketika Hasna hendak menuju pasar. Sebuah kecelakaan motor membuatnya terjatuh dan mengalami benturan keras di kepala. Ia sempat tak sadarkan diri.

Setelah menjalani perawatan awal untuk memulihkan luka fisik, Hasna mulai merasakan gejala-gejala yang sebelumnya tidak pernah ia alami, seperti pusing berputar, kehilangan kesadaran, hingga kejang mendadak.

“Awalnya saya kira hanya efek benturan. Tapi lama-lama kejangnya sering datang tanpa saya sadari,” cerita Hasna.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa gejala tersebut merupakan bentuk epilepsi yang dipicu oleh cedera kepala akibat kecelakaan yang dulu dialami. Hasna pun harus menjalani pengobatan jangka panjang dan kontrol rutin untuk memantau kondisinya secara berkala di RSUD Gabriel Manek Atambua.

Dokter kemudian mendiagnosis Hasna bahwa serangan kejang yang sering dialaminya merupakan gejala penyakit epilepsi akibat cedera kepala dari kecelakaan tersebut. Kondisi itu membuat Hasna harus selalu menjalani pengobatan rutin dan kontrol.

“Waktu pertama kali dibawa ke rumah sakit, posisi saya sudah tidak sadarkan diri akhirnya dokter menyarankan untuk rawat inap, awalnya saya merasa sangat cemas dengan kondisi saya. Karena saya takut jika semakin parah, tapi setelah mendapatkan penanganan dari dokter dan petugas rumah sakit selama satu minggu lamanya, saya merasa tenang karena semua proses berjalan dengan baik,” ungkap Hasna.

Hasna mengaku pelayanan yang diberikan selama di rumah sakit sangat memuaskan. Semua proses administrasi berjalan cepat dan mudah. Ia juga menambahkan bahwa jika dengan terdaftar sebagai peserta JKN ia tidak perlu lagi memikirkan biaya yang harus dikeluarkan.

“Saya pikir sudah membaik. Tapi hanya seminggu di rumah, saya drop lagi. Lalu rawat inap satu minggu dan masuk ICU juga seminggu,” ungkapnya.

Karena kondisinya memerlukan penanganan lanjutan, Hasna kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Leona Kupang. Di sana, ia kembali harus masuk ICU selama tiga hari sebelum akhirnya kondisinya kembali stabil.

Meskipun silih berganti keluar-masuk rumah sakit, Hasna merasa sangat terbantu oleh kemudahan pelayanan yang ia terima sebagai peserta JKN.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved