NTT Terkini
Anakan Kelapa Merah Putih ditanam KUB Nelayan Angsa Laut Oesapa
KUB Nelayan Angsa Laut Oesapa merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan menanam anakan kelapa merah putih
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kelompok usaha bersama (KUB) Nelayan Angsa Laut Oesapa merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 dengan menanam anakan kelapa yang diberi tema Kelapa Merah Putih Cerita Masa Depan, Minggu (17/8/2025).
Kegiatan ini dilakukan atas kolaborasi bersama beberapa pihak yakni Relawan Penjaga Laut Nusantara Badan Keamanan Laut (Rapala Bakamla) Kupang, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Kupang.
Baca juga: Wisatawan Italia Nonton Expo Pendidikan Matim 2025 dan Katakan Hal Ini
Muhammad Mansur Dokeng, ketua KUB Nelayan Angsa Laut sekaligus Wakil Ketua Rapala Bakamla Kupang dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan Kelapa Merah Putih Cerita Masa Depan sengaja dilakukan bersama anak-anak agar di masa depan mereka bisa menceritakan praktek baik yang sudah dilakukan hari ini.
"Kalau kita bicara tentang perubahan iklim, saat ini kan kelapa masuk dalam mitigasi dan adaptasi. Salah salah satu langkah mitigasi untuk menghambat laju perubahan iklim dan adaptasi yaitu menjaga ketahanan pangan biar selalu ada dari dampak perubahan iklim ini. Upaya untuk bertahan hidup dari ketersediaan pangan yang ada, contoh kelapa kan salah satu sumber penghidupan juga dari sisi kelapa maupun airnya. Jadi kenapa memilih kelapa karena itu simbol kehidupan juga," kata Dewa nama panggilan Muhammad Mansur Dokeng.
Muhammad Mansur Dokeng menjelaskan, jumlah anakan kelapa yang ditanam sebanyak 80, sesuai dengan usia NKRI saat ini.
"Temanya Kelapa Merah Putih . Hari ini kan tanggal 17 Agustus yang mana hari kemerdekaan Republik kita dan jumlah kelapanya disesuaikan dengan usia Republik kita saat ini yang berulang tahun ke-80. Ini sebagai wujud kami menghargai jasa para pahlawan untuk Republik kita," ujar Muhammad Mansur Dokeng.
Muhammad Mansur Dokeng berharap, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan hari ini bisa tetap menjaga dan merawat kelapa yang sudah ditanam agar tetap tumbuh dengan baik untuk masa depan mereka dan juga mampu menceritakan hal baik yang sudah mereka lakukan.
Selain anak-anak, Muhammad Mansur Dokeng juga berharap masyarakat bisa terlibat dalam menjaga dan merawat kelapa merah putih untuk masa depan.
Baca juga: Saat Polisi di Ende Jual 34 Ton Beras Murah ke Masyarakat, Ini Hasilnya
Ketua HNSI NTT, Wahid Whamnurdin yang ikut serta dalam kegiatan ini memberikan apresiasi kepada KUB Nelayan Angsa Laut yang sudah menginisiasi kegiatan ini dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Sebagai HNSI kami merasa terpanggil karena kampung nelayan ini bagian daripada nelayan juga yang mana nelayan ini dinaungi oleh HNSI," kata Wahid Whamnurdin.
"HNSI Provinsi NTT merasa terpanggil untuk memberikan edukasi kepada anak-anak usia dini sehingga mereka bisa melakukan perbuatan yang dianggap baik oleh orang tua sampai ke masa depan biar memorinya itu bisa teringat. Ini hal positif di hari kemerdekaan kita yang ke-80 ini yang kami persembahkan," tambah Wahid Whamnurdin.
Pendamping Desa Yayasan Baitul Maal YBM PLN Oesapa, Safaatul Hidayah menyampaikan keterlibatan dalam kegiatan hari ini ada kaitannya dengan program yang dijalankan oleh YBM PLN sendiri yakni berdampak untuk lingkungan sekitar.
Baca juga: LIPSUS: Lima Juru Masak Layani 3.442 Penerima, Masak 4 Jam, Aktivitas SPPG Maulafa 3
"Sebagai Yayasan Baitul Maal-nya PLN, kita ada bina desa kawasan yang nama programnya yaitu Desa Cahaya. Nah desa cahaya ini mendukung ekonomi setempat jadi contohnya di kelompok yang saat ini kelompok nelayan, kita bantu apa yang mereka butuhkan untuk pengembangan supaya nantinya lebih mandiri dan akhirnya membantu sekitarnya," kata Safaatul Hidayah.
"Ada kaitan dengan setelah membantu ekonomi mereka adanya peningkatan kita juga dari kelompok yang dibantu akhirnya bisa meluaskan manfaatnya, kita bisa menyebutnya konservasi alam supaya dampaknya itu tidak hanya kelompok secara ekonomi tapi juga meluas ke lingkungan sekitar. Jadi ikut andil dalam menjaga lingkungan sekaligus merayakan hari kemerdekaan," tambah Safaatul Hidayah.
Dengan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini Safa berharap mereka selalu menumbuhkan rasa memiliki terhadap alam sekitar dan memahami bagaimana menjaga apa yang menjadi miliknya. (uzu)
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
1. Pose bersama sebelum penanaman Kelapa Merah Putih di KUB Nelayan Angsa Laut Oesapa, Minggu, 17/08/2025.
2.
NTT Terkini
KUB Nelayan Angsa Laut Oesapa
Kelapa Merah Putih
Muhammad Mansur Dokeng
Wahid Whamnurdin
Safaatul Hidayah
Yayasan Baitul Maal
| UT Kupang Perkuat Peran SALUT Perluas Akses Pendidikan hingga Pelosok |
|
|---|
| RSUP Ben Mboi Kupang Tangani Remaja Alor yang Tertancap Panah di Kepala |
|
|---|
| Kapolda NTT Dorong Penegakan Hukum untuk Lindungi Insan Pers |
|
|---|
| Polda NTT Terapkan Instruksi Mabes Polri Terkait Larangan Polisi Siaran Langsung Saat Bertugas |
|
|---|
| Aksi Kreasi Flobamorata Dorong UMKM NTT Naik Kelas Lewat Inkubasi Terpadu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/KUB-Nelayan-Angsa-Laut-Oesapa-1.jpg)