NTT Terkini
Regional Meeting LPCRPM Se-Nusra-Bali: Konsolidasi dan Akselerasi
H. M. Jamaluddin Ahmad menegaskan pentingnya peran cabang, ranting, dan masjid sebagai garda terdepan dakwah Muhammadiyah.
Laporan reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG. COM, KUPANG – Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Regional Meeting LPCRPM se-Nusa Tenggara dan Bali (Nusra-Bali) di Hotel Swiss-Belcourt Kupang.
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai dari 11- 13 Agustus 2025 yang dihadiri oleh pimpinan LPCRPM wilayah, cabang, serta tokoh-tokoh Muhammadiyah dari seluruh kawasan Nusa Tenggara dan Bali.
H. M. Jamaludin Ahmad menegaskan pentingnya peran cabang, ranting, dan masjid sebagai garda terdepan dakwah Muhammadiyah.
“Struktur paling bawah dalam Muhammadiyah adalah cabang, ranting, dan masjid. Di sinilah interaksi nyata dengan masyarakat berlangsung. Jika struktur ini hidup, maka kebaikan dan rahmat bisa semakin luas disebarkan,” ujarnya saat diwawancarai POS-KUPANG. COM, Senin (11/8/2025).
Baca juga: Bupati Kupang jadi Peserta PKPA yang Digelar Fakultas Hukum Unmuh Kupang dan Peradi
Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan melakukan konsolidasi organisasi dan sumber daya manusia agar LPCRPM di setiap wilayah mampu menjadi motor penggerak dakwah dan pelayanan sosial.
“Kita ingin organisasi ini tidak hanya solid, tapi juga dinamis dan modern. Kita mulai dengan digitalisasi data agar setiap langkah dakwah berbasis pada informasi yang akurat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Jamaluddin juga menyampaikan data capaian nasional saat ini, 57 persen kecamatan telah memiliki cabang Muhammadiyah dan 20 % kelurahan memiliki ranting, dari target masing-masing 60?n 40 % .
“Khusus di wilayah timur seperti NTT, tantangan kita cukup besar, terutama dalam penambahan ranting. Maka PWM, PDM, dan kampus Muhammadiyah harus bersinergi untuk memperluas jejaring organisasi,” ujarnya.
Ketua PWM NTT, Muksin, S.Ag., MH menjelaskan peran ganda yang diembannya sebagai Rektor sekaligus Wakil Ketua LPCRPM PWM.
Ia menyampaikan bahwa sudah terdapat sekitar 90 cabang di NTT, namun sebagian masih perlu diaktifkan kembali.
“Melalui konsolidasi ini, kita ingin hidupkan kembali cabang dan ranting yang tidak aktif. Kita beri pelatihan dan pembinaan agar organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Zainur Wula yang juga merupakan Rektor Universitas Muhamadiyah Kupang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menggerakkan cabang dan ranting.
“Cabang baru hanya bisa terbentuk minimal dengan tiga ranting. Kita berharap kegiatan ini memotivasi daerah-daerah untuk membentuk lebih banyak ranting, yang akan memperkuat struktur dakwah kita,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan LPCRPM tidak hanya untuk kepentingan umat Islam, tetapi membawa manfaat untuk seluruh masyarakat lintas agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kegiatan-Muhammadiyah-Nusra-Bali.jpg)