Malaka Terkini
Tambak Garam di Weoe Malaka yang Dikelola PT. IDK Kini Tak Lagi Beroperasi
Salah satu warga sekitar, Agustinus Bere, mengungkapkan sudah hampir setahun tidak lagi ada aktivitas penambakan garam di area tersebut.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Tambak garam di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, kini sudah tidak lagi beroperasi.
Tambak yang sebelumnya dikelola oleh PT. Inti Daya Kencana (IDK) itu terlihat terbengkalai tanpa aktivitas sejak hampir satu tahun terakhir.
Pantauan POS-KUPANG.COM pada Rabu, (6/8/2025), menunjukkan kondisi area tambak yang kini hanya menyisakan dua bangunan permanen kosong di bagian depan area.
Padahal, infrastruktur tambak ini dibangun cukup lengkap. Jalan akses telah dibangun mengelilingi petak-petak tambak, memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintasi seluruh kawasan tambak dengan mudah.
Baca juga: Wabup Malaka Akan Panggil Kepala Desa yang Lolos PPPK untuk Minta Kejelasan Komitmen
Selain itu, fasilitas instalasi listrik juga telah terpasang dan menjangkau seluruh area. Petak-petak tambak yang luas masih terisi air payau, dialirkan melalui paralon-paralon besar yang saling terhubung antarpetak.
Akses dari jalan utama menuju lokasi tambak juga cukup baik, dengan jarak tempuh sekitar enam kilometer.
Salah satu warga sekitar, Agustinus Bere, mengungkapkan sudah hampir setahun tidak lagi ada aktivitas penambakan garam di area tersebut.
Menurutnya, saat tambak masih beroperasi, banyak warga lokal yang direkrut untuk bekerja ditempat tersebut.
"Sudah hampir satu tahun ini tidak ada lagi aktivitas penambakan garam. Padahal saat beroperasi, perusahaan banyak merekrut warga sekitar untuk kerja sebagai penambak maupun security," ujar Agustinus.
Sebelumnya, Rofinus Bria Seran, yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Malaka, menjelaskan bahwa tambak garam di Weoe itu pernah dijadikan pilot project oleh PT. IDK. Namun, hasil produksinya hingga kini belum memberi dampak signifikan bagi daerah.
"Produksi dari IDK sejauh ini belum terlihat secara nyata untuk daerah. Kalau mereka panen, ya panen sendiri, kirim juga sendiri-sendiri," ujar Rofinus saat ditemui beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, Rofinus menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, Kabupaten Malaka memiliki potensi besar dalam pengembangan garam. Namun, potensi itu belum dimaksimalkan sejak tambak mulai dibangun sekitar tahun 2017.
"Kalau pilot project itu berhasil dan dijalankan secara besar-besaran, saya rasa akan sangat baik untuk wilayah Malaka," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari instansi terkait maupun pihak PT. Inti Daya Kencana terkait alasan penghentian operasional tambak tersebut. (ito)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.