Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 6 Agustus 2025, "Hasil Ketekunan Dalam Iman: Menjumpai Tuhan"

Berkat daya iman yang kokoh, para rasul bersama Yesus berupaya keras, tidak menyerah pada tantangan yang dijumpai untuk bisa tiba di puncak gunung.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Rabu 6 Agustus 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
HASIL KETEKUNAN DALAM IMAN: MENJUMPAI TUHAN DALAM KEMULIAANNYA
(Dan 7:9-10.13-14; Mzm 97:1-2.5-6.9; Luk 9:28b-36)

"Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus naik ke atas gunung untuk berdoa." (Luk 9:28b). Pengalaman iman yang otentik dalam perjumpaan dengan Tuhan membutuhkan kerja keras dalam iman itu. Iman butuh tindakan nyata yang serius.

Santo Yakobus bilang, "Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati." (Yak 2:14-26). Memilih puncak gunung sebagai tempat untuk berdoa bukanlah perkara yang gampang. Sebab perjuangan untuk mendaki hingga menggapai puncak sebuah gunung butuh energi, pengorbanan dan keuletan yang tinggi.

Berkat daya iman yang kokoh, para rasul bersama Yesus berupaya keras, tidak menyerah pada tantangan yang dijumpai untuk bisa tiba di puncak gunung.

Para rasul kecapean, kelelahan lalu tertidur setelah sampai di puncak, sementara Yesus langsung berdoa. Ketika terjaga mereka menyaksikan secara langsung penampakkan kemuliaan Tuhan bersama Musa dan Elia.

Sebuah pengalaman iman yang asli dalam perjumpaan dengan Tuhan dalam semarak kemuliaan-Nya. Untuk berjumpa dengan Tuhan dan mengenal-Nya lebih dalam perlu perjuangan iman yang serius dan tahan banting. Iman yang otentik akan Tuhan juga hanya bisa dibuktikan dalam perbuatan yang tekun tanpa kenal lelah dan perhitungan kepentingan manusiwi.

Abraham, Allah minta dia persembahkan anaknya Ishak di atas gunung. Bapa- anak mendaki gunung, dan berjumpa dengan Tuhan di sana. Allah siapkan domba ganti Ishak sebagai persembahan. Kasih kepada Allah, butuh pengorbanan manusia untuk menikmati kemuliaan-Nya kelak. 

Kegenapan kemuliaan Tuhan Yesus terpenuhi dalam kebangkitan jaya-Nya setelah melewati penderitaan salib di Yerusalen dan Golgota.

 Apa yang kini terjadi dengan penampakkan kemuliaan Tuhan di puncak gunung, nabi Daniel sudah lebih dulu meramalnya dalam penglihatannya. Nubuat Daniel, akan muncul Anak Manusia dengan segala kemuliaan dan keagungannya.

Segala bangsa akan tunduk dan mengabdi kepada-Nya. "Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan. Kekuasaan-Nya kekal adanya dan kerajaan-Nya tidak akan binasa." (Dan 7:14).

Pemazmur memberi tanggapan dalam madah pujiannya, "Tuhan adalah raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya." (Mzm 97:1-2).

Orang beriman rindu untuk berada, melihat dan memandang kemuliaan Tuhan. Tinggal bersama Tuhan dalam kemuliaan-Nya adalah kebahagiaan yang paling tinggi bagi seorang beriman.

Impian klimaks rohani ini akan terbukti pada saat kita sungguh-sunggh bertekun dalam perbuatan nyata iman kita. Dalam iman dan kasih apakah kita siap berkorban?

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota,Rabu/Pekan Biasa XVIII/C/I, 060825)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved