Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 2 Agustus 2025, "Mengabaikan Kebenaran dan Keadilan Dosa Berat"
Herodes dan Herodias menaruh dendam pada Yohanes. Ia dipenjarakan bahkan nyawanya harus menjadi taruhan atas suara kenabiannya
Renungan Harian Katolik
Sabtu, 2 Agustus 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Hari Sabtu Imam
MENGABAIKAN KEBENARAN DAN KEADILAN DOSA BERAT
(Im 25:1.8-17; Mzm 67:2-3.5.7-8; Mat 14:1-12)
Yohanes Pembaptis pernah menegur Herodes karena merampas Herodias, istri saudaranya Filipus. "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" (Mat 14:4). Tindakan Yohanes Pembaptis adalah benar dan adil.
Apa yang dilakukan Herodes tidak hanya mencedeai moral dan etika perkawian, tetapi serentak bertentangan dengan kebenaran dan keadilan.
Maka teguran Yohanes terhadap kasus Herodes dan Herodias pada hakikatnya merupakan suara kenabian. Keadilan tidak bisa dibungkam. Kebenaran mesti disuarakan apa pun risikonya. Ketidakpedulian pada kebenaran dan keadilan adalah dosa berat. Oleh sebab itu keadilan dan kebenaran mesti ditegakkan di atas bumi ini.
Herodes dan Herodias menaruh dendam pada Yohanes. Ia dipenjarakan bahkan nyawanya harus menjadi taruhan atas suara kenabiannya menegakkan keadilan dan kebenaran.
Hidup saling dendam, benci dan saling merugikan adalah cara hidup yang amat tercela di mata Tuhan. Ketika hidup semakin tercela, kedekatan dengan Tuhan pun semakin terasa asing. Dengan dengan demikian hidup dalam damai dan sukacita pun sirna dengan sendirinya.
Hidup damai, rukun dan merdeka sebagai anak-anak Allah dari pelbagai belenggu dosa dibutuhkan oleh manusia terutama insan-insan beriman. Untuk hidup damai dengan Tuhan dan sesama Allah perintahkan Musa untuk merayakan Tahun Yobel.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 1 Agustus 2025, "Yesus Kembali ke Tempat Asal-Nya"
Tahun Yobel adalah tahun yang kudus sebagai jalan pendamaian Tuhan dengan bangsa Israel. Tahun di mana semua kembali ke kampung untuk saling berbagi kasih satu sama lain. Saling menghargai dan hormat sujud pada Tuhan.
"Tahun yang kelima puluh harus menjadi Tahun Yobel bagimu." (Im 25:11). Hiduplah dalam kasih, "Janganlah kalian merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takwa kepada Allahmu, Akulah Tuhan, Allahmu." (Im 15:17).
Dengan cara hidup tidak saling merugikan ada keadilan dan kedamaian di antara manusia. Maka Pemazmur menanggapi sabda ini dalam madah agungnya, "Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi." (Mzm 67:5).
Allah adil dan benar bagi kita umat ciptaan-Nya. Ia mengasihi dan menyayangi kita sebagai milik-Nya. Maka kita dalam hidup ini pun harus saling berbelas kasih, saling berbagi kesejahteraan, saling menguntungkan, saling memberi dan menerima maaf, hidup dalam damai, ada keadilan dan kebenaran di antara kita.
Mari kita hentikan cara hidup saling merugikan yang memicu ketidakadilan tak pernah sepi dari hidup ini. Bersyukurlah selalu kepada Tuhan.
Mari doakanlah para imammu agar hidup benar dan adil, sehingga mereka berani menyuarakan keadilan dan kebenaran sebagai tugas kenabian yang tak terelakkan dalam misi di tengah tata dunia ini.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu/Pekan Biasa XVII/C/I, 020825)
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, “Berjaga-jagalah” |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Siaga untuk Selalu Berbuat Baik" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Agustus 2025, "Berjaga-jaga Dalam Kehidupan Sehari-hari" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, Ketulusan Iman, Bukan Sekadar Penampilan |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Rabu 27 Agustus 2025, "Bersaksi Melawan Diri Sendiri" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.