Sabtu, 11 April 2026

Sumba Timur Terkini

Ayub Tay Paranda Minta Dinkes Tingkatkan Upaya Cegah HIV/AIDS

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih partisipatif dan peduli terhadap virus ini dengan ikut mencegah penyebarannya.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
KASUS HIV - Anggota DPRD Sumba Timur, Ayub Tay Paranda meminta pemerintah lakukan upaya pencegahan HIV/AIDS. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Anggota DPRD Sumba Timur, Ayub Tay Paranda, meminta Dinas Kesehatan untuk lebih gencar melakukan upaya pencegahan penyebaran kasus HIV/AIDS. Sebabnya, angka kasus meningkat dalam lima tahun terakhir.

“Dinas mesti lebih gencar melakukan upaya pencegahan,” katanya kepada Pos Kupang pada Jumat (1/8/2025).

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih partisipatif dan peduli terhadap virus ini dengan ikut mencegah penyebarannya.

“Masyarakat juga harus berpartisipasi dan peduli agar tidak terjadi penyebaran,” kata Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur ini.

Baca juga: Polres Sumba Timur Tahan Polisi Terduga Pelaku Kekerasan Seksual dan KDRT

Ia menegaskan akan dorong pelibatan seluruh stakeholder untuk mendeteksi dan melakukan pencegahan hingga ke desa/kelurahan.

Menurutnya, pemantauan juga perlu dilakukan terhadap warga yang datang dari luar Sumba Timur. Ia menduga ada yang membawa virus dari luar daerah.

Selain itu, ia mengatakan perlu juga ada edukasi bagi calon pasangan muda guna menjauhi virus ini dengan menjalani pola hidup sehat.

“Khusus kepada calon-calon pasangan muda untuk diberikan edukasi secara baik menangkal penyebaran kasus ini. Juga ya memantau anak-anak yang datang dari luar,” tutupnya.

Sebagai informasi, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sumba Timur mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2023 kasus ini cukup melonjak.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, jumlah kasus HIV/AIDS pada tahun 2020 tercatat sebanyak 16 kasus, naik menjadi 17 kasus pada 2021, dan menjadi 19 kasus pada 2022.

 

Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2023. Jumlah kasus melonjak menjadi 107 kasus.

Kenaikan ini setelah Dinas Kesehatan meregistrasi ulang kasus lama melalui sistem pelaporan berbasis aplikasi.

Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 62 kasus. Dan hingga Juni 2025, total kasus yang tercatat sebanyak 54 kasus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved