Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 17 Juli 2025 Aku Lemah Lembut dan Rendah Hati
Permenungan kita hari ini terfokus pada pada dua aspek penting dari karakter Allah dan bagaimana kita dapat meneladani-Nya dalam hidup kita
POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Kamis 17 Juli 2025 Pekan Biasa XV dari Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I: Kel. 3: 13-20 dan Injil: Mat. 11: 28-30
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Permenungan kita hari ini terfokus pada pada dua aspek penting dari karakter Allah dan bagaimana kita dapat meneladani-Nya dalam hidup kita.
Tema "Aku lemah lembut dan rendah hati" mengajak kita untuk merenungkan kelembutan dan kerendahan hati Yesus, serta bagaimana kita dapat menemukan kelegaan dan kedamaian dalam mengikuti-Nya.
Pada bacaan pertama dalam Keluaran 3:13-20, Musa bertanya kepada Allah tentang nama-Nya, agar ia dapat memberitahukannya kepada bangsa Israel. Allah menjawab, "AKU ADALAH AKU" (YHWH).
Ia juga berfirman, "Beginilah kau katakan kepada orang Israel: AKU ADALAH telah mengutus aku kepadamu.... Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu."
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 16 Juli 2025, Berani Mengucapkan Rasa Syukur
Penyataan nama Allah ini menunjukkan kehadiran-Nya yang kekal dan kuasa-Nya yang tak terbatas.
Nama ini juga mengingatkan kita bahwa Allah adalah setia pada janji-janji-Nya dan akan selalu menyertai umat-Nya.
Sedangkan dalam Injil Matius 11:28-30, Yesus memberikan undangan yang penuh kasih kepada semua orang yang letih lesu dan berbeban berat: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai "lemah lembut dan rendah hati."
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 16 Juli 2025 Itulah yang berkenan di hati-Mu
Ini adalah dua sifat yang sangat penting dalam karakter-Nya. Kelembutan menunjukkan bahwa Ia tidak kasar atau memaksa, melainkan penuh kasih dan pengertian.
Kerendahan hati menunjukkan bahwa Ia tidak sombong atau angkuh, melainkan siap untuk melayani dan merendahkan diri demi orang lain. Dengan mengikuti Yesus, kita dapat menemukan kelegaan dan ketenangan jiwa .
Maka refleksi atas permenungan kita tentang bacaan-bacaan ini adalah Mengenal Allah: Apakah kita sungguh-sungguh mengenal Allah, seperti yang dinyatakan kepada Musa?
Apakah kita menyadari kehadiran-Nya yang kekal dan kuasa-Nya yang tak terbatas dalam hidup kita? Menerima Undangan Yesus: Apakah kita merasa letih lesu dan berbeban berat?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bruder-Pio-Hayon-SVD-menulis-Renungan-Harian-Katolik.jpg)