Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 29 Juni 2025, "Meneladani Iman Petrus dan Paulus"
Dia tidak berpendidikan tetapi cukup trampil dalam pekerjaannya sebagai nelayan. Karena memiliki kepribadian yang baik, Yesus memilih dia
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Minggu, 29 Juni 2025
HARI RAYA ST. PETRUS dan ST. PAULUS
Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9;
2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19
Warna Liturgi Merah
Meneladani iman Petrus dan Paulus
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus
Hari ini Gereja merayakan Pesta Santu Petrus dan Santu Paulus. Kedua tokoh besar ini memiliki latar belakang yang berbeda, memiliki masa lalu yang unik. Petrus adalah seorang nelayan tradisional, nelayan yang ulet, bertabiat jujur dan rajin.
Dia tidak berpendidikan tetapi cukup trampil dalam pekerjaannya sebagai nelayan. Karena memiliki kepribadian yang baik, Yesus memilih dia menjadi muridNya.
Petrus dipanggil oleh Yesus saat bekerja sebagai seorang nelayan. Tanpa ragu dan menyesal, dengan tulus hati dia segera meninggalkan segala yang dimilikinya dan mengikuti Yesus. Dia bertekad untuk mengikuti Yesus kemana pun Yesus pergi, bahkan berjanji untuk menyerahkan nyawanya bagi Yesus. Perkataan ini didukung oleh pengakuan imannya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah.
Namun Petrus memiliki kelemahan manusiawi. Dia mudah lupa pada Yesus. Dia bahkan menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Namun dia kemudian membaharui cintanya kepada Yesus dengan mengatakan bahwa dia mengasihi Yesus lebih dari yang lain. Yesus mengampuninya dan mengatakan kepadanya: “Ikutlah Aku”.
Untuk apa dia mengikuti Yesus? Yesus mengatakan kepada Petrus: “Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudarasaudaramu.” (Luk 22:32). Petrus lemah tetapi Tuhan menguatkannya dengan berkata: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:18).
Sosok kedua adalah santo Paulus. Orang kudus ini sangat terpelajar, berpendidikan tinggi dan belajar di Yerusalem. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, dia adalah orang yang kejam. Tiada henti-hentinya dia mengejar, menganiaya dan membunuh banyak orang yang mengikuti Yesus dari Nazaret.
Namun pengalaman akan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik telah mengubah seluruh hidupnya. Dia dipermandikan oleh Ananias. Karena iman, Paulus mengatakan: “bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”.
“Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Paulus juga setia pada tugas perutusannya dengan mengatakan: “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”
Pengalaman kerasulan Paulus dihiasi oleh banyak pengalaman menyenangkan dan yang menyedihkan, memprihatinkan.
Paulus berkata, “Darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan” (2 Tim. 4:6-8). Peranan penting Santo Paulus dalam Gereja adalah menjelaskan iman Kristiani dan Dia menjadi rasul
penyebar kabar gembira di antara para bangsa.
Petrus dan Paulus, kedua sosok yang menjadi pilar utama di dalam Gereja ini memiliki keunikan masing-masing seperti digambarkan di atas.
Dalam kelemahan mereka selalu andal kekuatan dari Tuhan. Tuhan selalu hadir dan memberi kekuatan kepada mereka. Maka wajarlah kalau secara liturgis pestanya dirayakan bersama-sama.
Santo Agustinus mengatakan: “Kedua rasul yakni Petrus dan Paulus berbagi hari raya yang sama pada hari ini, karena keduanya adalah satu; dan meskipun mereka menderita pada hari yang berbeda, mereka adalah satu. Petrus pergi lebih dulu, dan Paulus menyusul.
Maka kita merayakan hari yang telah dikuduskan bagi kita oleh darah para rasul. Akhirnya, marilah kita merangkul apa yang mereka percayai, kehidupan mereka, kerja keras mereka, penderitaan mereka, pemberitaan mereka dan pengakuan iman mereka.”
Doa:
Allah Bapa, dasar iman kami. Inilah hari yang Kauanugerahkan kepada kami, hari untuk merayakan rasul Petrus dan rasul Paulus, hari penuh sukacita bagi seluruh Gereja. Kami mohon semoga umatMu senantiasa patuh setia mentaati ajaran para rasul dan memiliki semangat kerukunan mereka, sebab merekalah yang pertama-tama menegakkan GerejaMu.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan bertakhta bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa...Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Pesta Santu Petrus dan Santu Paulus. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.
Pastor John Lewar SVD
| Renungan Harian Katolik Rabu 3 Juni 2026, "Dalam Hidup Abadi Bersama Allah" |
|
|---|
| Renungan Haroian Katolik Rabu 3 Juni 2026, "Hidup Ini Tidak Hanya Berakhir di Kubur" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 3 Juni 2026, “Allah Orang Hidup” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 2 Juni 2026, "Setia Kepada Allah, Bertanggung Jawab Kepada Sesama" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 2 Juni 2026, "Gambar dan Tulisan Kaisar" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-John-Lewar-SVD_01.jpg)