NTT Terkini

Sopir Mobil Jenazah Mengaku Tidak Pernah Antar Kadaver ke Kampus

Ewa yang juga berprofesi sebagai pengantar jenazah menuturkan, selama ini mayat atau jenazah tanpa identitas selalu dikuburkan ke Fatukoa.

|
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PETRUS CHRISANTUS GONSALES
Yefri Pah, salah satu staf di IPJ RSUD Prof W. Z Johannes Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menjawab isu yang merebak terkait dugaan kadaver atau jenazah digunakan sebagai media praktik ilmu kedokteran di Kota Kupang, sopir mobil jenazah mengaku belum pernah mengantar jenazah ke kampus yang ada Fakultas Kedokteran di Kota Kupang.

Hal ini disampaikan Yefri Pah, salah satu sopir mobil jenazah yang bekerja di  Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD Prof W. Z  Johannes Kupang, Minggu (22/2025).

"Kalau untuk antar seperti itu, beta (saya) tidak pernah kaka. Selama ini yang beta (saya) antar selalu ke rumah keluarga," kata Yefri.

Pria yang kesehariannya di kamar jenazah itu menuturkan bila ada mayat tanpa identitas yang masuk, akan dimandikan dan disimpan ke dalam tempat pembekuan.

"Kalau kita simpan sudah dua tiga minggu belum di jemput keluarga, maka terpaksa kita bawa ke TPU Fatukoa dan kuburkan di sana," ujarnya.

Baca juga: Meninggal di Brunei Darusalam, Jenazah PMI Emanuel Kumanireng Dibawa ke Serinuho Flotim

Dirinya menceritakan baru beberapa minggu yang lalu, ia bersama rekannya baru mengantar salah satu jenazah tanpa identitas ke pekuburan umum Fatukoa, Kota Kupang.

"Baru-baru ini, sekitar dua atau tiga minggu yang lalu, beta baru antar satu orang celaka di NBS tu ke TPU Fatukoa. Tunggu dia pu keluarga sonde datang ju," kata Yefri.

Dirinya menyampaikan segala urusan administrasi berkaitan dengan jenazah tanpa identitas yang hendak dikuburkan, langsung bersama dinas sosial Kota Kupang.

Hal senada disampaikan juga Ewa Boimau, salah satu petugas kamar jenazah di Rumah Sakit Siloam, Kota Kupang.

Kepada POS-KUPANG.COM, Ewa menyampaikan tidak pernah mendapatkan pesanan cardaver ke kampus.

Ewa yang juga berprofesi sebagai pengantar jenazah menuturkan, selama ini mayat atau jenazah tanpa identitas selalu dikuburkan ke Fatukoa.

"Paling kita urus administrasi, surat-surat ke dinsos, supaya bisa dikuburkan jenazah tersebut, kalau keluarganya tidak datang ambil," katanya.

Selama ini, dirinya mengaku jenazah selalu dibawa pulang keluarga ke rumah mereka.

"Kita selalu serahkan kembali ke keluarga. Kalau untuk antar ke kampus-kampus, selama beta bekerja ni, belum ada seperti itu," pungkasnya. (moa) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved